HumasUIN – Dalam upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sektor ekonomi makro, Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dan Penguatan Literasi Kebanksentralan Tahun 2026. Acara kick off kolaboratif ini digelar di Hotel Novotel Tangerang BSD City, melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur otoritas moneter dan akademisi.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Dr. Dedi Sunardi, M.H.
Kepala KPw BI Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, menekankan bahwa literasi kebanksentralan adalah instrumen vital bagi mahasiswa untuk memahami kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan nasional. Program ini diharapkan mampu mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan praktis yang mendalam mengenai dinamika ekonomi.

Tahun 2026 menandai ekspansi signifikan program ini, baik dari sisi kuota maupun jangkauan institusi. Salah satu perubahan strategis adalah masuknya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke dalam wilayah koordinasi program di Banten.
Adapun rincian peningkatan kuota penerima bantuan adalah sebagai berikut:
- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 130 mahasiswa.
- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta): 130 mahasiswa.
- UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten: 60 mahasiswa.
Sebagai landasan formal, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Indonesia dan UIN SMH Banten. Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Dr. Dedi Sunardi, M.H., menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kolaborasi ini dalam mencetak SDM unggul.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Bank Indonesia. Ini merupakan langkah strategis universitas dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam memahami peran vital bank sentral dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,” ujar Dr. Dedi Sunardi.
Warek III UIN Banten juga menambahkan bahwa sinergi ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem kampus. “Melalui program ini, kami berkomitmen untuk melahirkan inovasi dan riset yang relevan dengan kebutuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap dinamika global.”