HumasUIN – Informasi pembukaan Beasiswa Indonesia Bangkit di awal bulan April muncul dalam rapat antara Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). Rapat yang dilakukan secara online (18/03/26) menjadi langkah strategis dalam memperluas akses Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun 2026. Diharapkan program berjalan lebih efektif, terukur, dan menjangkau mahasiswa berprestasi secara lebih luas.
Kepala Puspenma, Ruhman Bashori, menyatakan bahwa keberhasilan program BIB tidak dapat dilepaskan dari peran aktif perguruan tinggi sebagai mitra utama. “Ada enam aspek penting yang menjadi fokus bersama, mulai dari sosialisasi, seleksi calon awardee unggul, pembinaan, hingga monitoring dan evaluasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit akan dibuka pada 1 hingga 31 April 2026. Karena itu, para rektor PTKIN diminta segera menyosialisasikan program tersebut kepada mahasiswa, khususnya mereka yang diterima melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Menurut Ruhman, mahasiswa dari program studi keagamaan lulusan SPAN serta mahasiswa sains lulusan SNBP merupakan sasaran utama program ini. Sosialisasi yang masif dinilai penting agar peluang beasiswa dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa yang memenuhi kriteria.
Selain itu, Puspenma juga mendorong adanya koordinasi lebih intensif antara perguruan tinggi dan LPDP. Upaya ini dilakukan untuk membuka peluang pendanaan yang lebih luas, terutama bagi mahasiswa pada program studi sains.
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Muhammad Ishom, menilai kehadiran BIB menjadi peluang tambahan bagi mahasiswa baru, baik jenjang sarjana maupun magister, khususnya pada program studi yang telah terakreditasi unggul. “Mahasiswa perlu memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” katanya.
Ia menambahkan, BIB memiliki karakter berbeda dibandingkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Jika KIP bersifat afirmatif, BIB justru mengedepankan kompetisi. Calon penerima beasiswa harus melalui proses seleksi, termasuk ujian, sebelum ditetapkan sebagai awardee.
Di sisi lain, perguruan tinggi penyelenggara BIB juga dituntut memenuhi standar kualitas yang ketat, yakni memiliki akreditasi institusi unggul serta program studi yang juga terakreditasi Unggul atau A. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjamin mutu pendidikan bagi para penerima beasiswa.
Mahasiswa yang telah lulus melalui jalur SPAN maupun SNBP dapat mendaftar dengan melampirkan Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi penyelenggara BIB. Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam proses seleksi administrasi.
Melalui penguatan sinergi ini, Puspenma berharap program Beasiswa Indonesia Bangkit tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang keagamaan dan sains.