HumasUIN – Mengawali masa kerja pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar kegiatan Pembinaan Pegawai sekaligus Halalbihalal di Auditorium universitas pada Rabu (01/04/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian di lingkungan kampus.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI, Rektor UIN SMH Banten, para Wakil Rektor, Ketua MUI Provinsi Banten, para Dekan, serta seluruh sivitas akademika UIN SMH Banten, termasuk ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Dalam laporannya, Kepala Biro AUPK UIN SMH Banten, Dr. H. Zaenuri, S.Ag., M.Hum., menekankan pentingnya membangun harmoni antara pusat dan daerah guna menunjang karier pegawai, baik tenaga kependidikan (tendik) maupun dosen.

“Kemistri dan capaian yang maksimal harus didasari oleh hubungan yang harmonis antara pusat dengan daerah, serta antara Tuhan dengan hambanya, sehingga kita bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Dr. Zaenuri.
Dr. Zaenuri menyampaikan bahwa institusi berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik terkait hak dan kewajiban mekanisme kepegawaian, serta memastikan jenjang karier pegawai diberikan kemudahan sesuai regulasi yang berlaku.
Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., menjelaskan bahwa penggabungan acara Halalbihalal dengan Pembinaan Pegawai merupakan langkah strategis untuk mematuhi arahan pemerintah mengenai pembatasan kegiatan open house yang berlebihan.

“Sengaja kami desain dua kegiatan sekaligus karena memang ada edaran dari Sekretariat Negara agar para pejabat tidak melakukan kegiatan halalbihalal secara berlebihan. Melalui momentum ini, mari kita peratkan kembali tali silaturahmi dan saling membukakan pintu maaf,” jelas Prof. Ishom.
Prof. Ishom juga menyoroti pentingnya kehadiran Kepala Biro SDM Kemenag RI untuk memberikan pencerahan mengenai berbagai isu krusial, seperti status dosen P3K, mekanisme penggajian BLU, serta regulasi terbaru mengenai tugas belajar dan kaitan akreditasi program studi dengan kenaikan pangkat.
Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag yang hadir sebagai narasumber utama memberikan apresiasi atas dedikasi pegawai UIN SMH Banten. Selain menyampaikan materi pembinaan, beliau juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar universitas.
Dalam sesi pembinaan yang berlangsung interaktif tersebut, Dr. Muhammad Zain memberikan pencerahan mendalam terkait beberapa isu krusial yang menjadi perhatian para pegawai:
Pertama, menanggapi dinamika mengenai status dosen P3K dan mekanisme penggajian berbasis Badan Layanan Umum (BLU). Dr. Zain menegaskan bahwa Kementerian Agama terus berupaya menyinkronkan regulasi agar hak-hak pegawai tetap terlindungi sembari mendorong peningkatan kinerja yang terukur.
“Kedua, Terkait regulasi tugas belajar, beliau berpesan agar para dosen terus meningkatkan kualifikasi akademiknya. Ia menjelaskan bahwa skema tugas belajar saat ini telah didesain lebih fleksibel namun tetap akuntabel, guna mendukung kebutuhan akreditasi program studi yang menjadi syarat mutlak kenaikan pangkat dan marwah institusi,”ujarnya
Dr. Zain juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap sistem informasi kepegawaian yang terintegrasi. Menurutnya, setiap pegawai harus “melek” teknologi agar proses administrasi, mulai dari mutasi hingga pensiun, dapat dilakukan dengan cepat, transparan, dan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
“Kementerian Agama adalah rumah besar kita. Kehadiran saya di sini bukan sekadar menjalankan tugas formal, tetapi untuk memastikan bahwa setiap aspirasi dari rekan-rekan di daerah, khususnya di UIN SMH Banten, terdengar dan dicarikan solusinya di tingkat pusat. Kita butuh ASN yang tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang matang,” tegas Dr. Muhammad Zain.
Menutup arahannya, beliau mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik balik untuk meningkatkan integritas. Beliau juga secara khusus menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, berharap agar hubungan kerja yang profesional tetap dibalut dengan rasa kekeluargaan yang erat.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan musafah (bersalam-salaman) sebagai simbol pembersihan diri dan penguatan persaudaraan di antara seluruh pegawai di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.