08 Jul
203

FADA dan LP2M UIN SMH Banten Adakan Seminar Internasional Bertajuk Islamic Digitalisasi Humanity

HumasUIN - UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten melalui Fakultas Dakwah (FADA) yang berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) menggelar acara seminar internasional secara daring dan luring di Aula Fada pada Senin, (08/07/2024).

Acara seminar internasional yang bertemakan "Islamic Digital Humanities" ini dihadiri langsung oleh Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Jajaran Kaprodi dan Sekprodi, LP2M dan seluruh dosen dan Mahasiswa Fada.

Selain itu, Narasumber yang diundang berasal dari luar negeri yaitu, Bart Barendregt Professor of Anthropology of Digital Diversity Leiden Univerity yang akan membahas tentang "Digital Ethnography in Southeast Asian Islamic Contexts", dan Garry R.Bount Professor of Islamic Studies The University of Wales Trinity Saints David yang membahas tentang "Islamic Algorithms".

Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M. Pd selaku Rektor UIN SMH Banten menyampaikan di sambutannya, ucapan rasa syukur dan terima kasih kepada Fakultas Dakwah atas terselenggaranya acara seminar internasional ini. Menurutnya, ini merupakan acara yang harus sering diadakan di kalangan mahasiswa. Demi mengasah skill berbahasa dan mengasah wawasan yang luas.

"Hal ini tentu sangat sesuai dengan tiga tagline yang dimiliki UIN Banten pertama Spirituallity, Kedua, Intelektuallity, dan yang ketiga Professionallity," katanya.

Lanjutnya, "sebagai lembaga yang berbasis keislaman dan keimanan kami berusaha untuk menjaga norma-norma keislaman. Salah satunya mandat dari Kemenag RI yang memerintahkan untuk menyisir kasus judi online dan offline. Maka dari itu kami membuat edarannya, kedua tagline kita adalah Intelektuallity, kita harus berani menghadiri lintas budaya, lintas agama dan lintas negara. Karena kampus ini miliki dunia, kampus ini miliki negara dan kampus ini harus go international, dan yang ketiga professionallity, saya minta kegiatan ini diadministrasikan secara baik, karena ini berdampak pada akreditasi. Sehingga Muslim digital kita menjadi yang paling baik di kancah dunia," terangnya.