04 Jul
70

Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme, BNPT, FKPT Banten dan UIN Banten Adakan Kampus Kebangsaan

HumasUIN - Dalam upaya menanggulangi ancaman paham radikalisme dan terorisme di lingkungan Kampus, Badan Nasional Penanggulangan Terorsime Republik Indonesia (BNPT-RI) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten menghelat acara Kampus Kebangsaan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3 UIN SMH Banten, Kamis (04/07/2024).

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari Rektor UIN SMH Banten, Deputi 1 BNPT, Ketua FKPT Banten, Guru Besar Dari UIN Jakarta, Mantan Napiter BNPT, dan 450 Mahasiswa yang berasal dari UIN dan Untirta.

Kegiatan Kampus Kebangsaan ini juga mengundang Narasumber yang berkompeten yakni, Prof. Dr. Irfan Idris, M.A selaku Direktur Pencegahan BNPT RI, Prof. Andi Faisal Bakti, Ph.D selaku Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd selaku Rektor UIN Banten, Dr. H. Ammas Tadjuddin, M.M. selaku Ketua FKPT Banten dan Yudi Zulfahri selaku Mantan Napiter BNPT. 

Dalam sambutannya, Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd menyampaikan rasa bahagia dan rasa hormat atas kepercayaan BNPT RI kepada UIN SMH Banten.

"Sebagai Institusi pendidikan, kita memiliki tanggungjawab besar untuk tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengembangkan karakter bangsa. Karena itu, upaya pencegahan radikalisme dan terorisme ini harus dimulai dari kampus. Dimana generasi muda kita ditempa menjadi pemimpin di masa depan yang berintegritas dan berkebangsaan," jelas Rektor.

Selain itu Rektor juga mengapresiasi penuh kepada BNPT dan kepada Narasumber yang akan memandu kuliah ilmuah dan bertukar fikiran sekaligus pengalaman kepada Mahasiswa yang ada di Provinsi Banten.

"Saya yakin dalam diskusi ini, akan memberikan hasil yang sangat berharga dalam pencegahan paham radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus dan Mahasiswa Banten," tegasnya.

Senada dengan hal itu, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjen TNI Roedy Widodo menyampaikan ucapan terima kasih kepada UIN Banten yang telah memfasilitasi dengan baik dalam rangka pencegahan paham radikalisme dan terorisme di lingkungan Kampus dan Mahasiswa.

"Perkembangan isu terkini dimana ancaman radikalisme berkembang dinamis, pada permukaan terjadi penurunan 100 persen, sehingga dapat dikatakan 0 serangan dari 2023 sampai Juli 2024. Ini menunjukkan fenomena yang bagus, terjadi penurunan bukan berarti terjadi penurunan ancaman atau indeks intoleransi radikalisme terorisme," tuturnya.

Melanjutkan hal itu, ia mengungkapkan bahwa BNPT tidak dapat bergerak sendiri melibatkan lima komponen pertama pemerintah daerah, kedua dengan masyarakat seperti yang saat ini dengan seluruh lapisan masyarakat, baik akademisi ataupun masyarakat biasa, ketiganya yang itu dengan pengusaha, dan akademisi dengan mendirikan pendirian kampus kebangsaan dalam rangka, terakhir dengan media baik literasi digital dan lainnya.

"Maka dari itu, perlunya kegiatan ini untuk daya tahan masyarakat, yang dimulai dari level individu keluarga sampai Komunitas, Kita jaga kampus kita untuk mendeteksi dini dan akhirnya mencegah dini. Berdasarkan penelitian BNPT pada 2023, potensi radikal menunjukan peningkatan sebesar 1,7 persen dibanding dengan 2022. dimensi pemahaman yang merupakan Indeks potensi radikalisme lebih tinggi pada perempuan, kemudian remaja dan anak-anak gen Zen dominan, dan netizen yang aktif menyebarkan konten keagamaan. Tren toleransi di remaja alami peningkatan dari 61,6 persen menjadi 70,2 persen itu tingkat toleransinya. Namun juga harus waspada karena jumlah intolerannya yang hampir 25 lebih, itu sangat fantastis. Ini mengartikan Serangan permukaan diatas menurun dan di bawah menurun, menurut data Provinsi Banten menduduki peringkat kedua setelah Aceh baik dari sikap pemahaman maupun ketahan wilayahnya," terangnya.