23 Mei
360

Sarasehan PWN PTK 2023 : Susun Program PTKIN, Bantu Selesaikan Problem Kemasyarakatan

HumasUIN - Wakil Rektor III dan Kepala Biro AAKK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menghadiri Sarasehan yang merupakan salah satu rangkaian pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN PTK) yang berlangsung di kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Kegiatan ini dihadiri Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Diktis Ahmad Zainul Hamdi, Staf Khusus Menteri Agama Adung Abdul Rochman dan Kasubdit Ketenagaan Ditjen Pendis Ruchman Basori.

Stafsus Menteri Agama Adung Abdul mengatakan kementerian agama yang didalamnya juga terdapat perguruan tinggi memiliki potensi dan sumber daya besar dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi.

Dia menyoroti potensi besar yang dimiliki kementerian agama seperti sumber daya manusia, anggaran serta jaringan yang tersebar keseluruh lapisan, dimana biasanya dilakukan melalui pengabdian kepada masyarakat.

"Melihat potensi yang ada, perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan kementeria agama diharapkan mampu menanggulangi permasalahan seperti penanganan stunting, kemiskinan hingga pernikahan anak," ungkapnya.

Wakil rektor III UIN Banten Hidayatullah yang juga salah satu peserta kegiatan mengatakan akan menindaklanjuti arahan dan kebijakan dirjen pendis terkait program peningkatan Kerjasama dan internasionalisasi Perguruan Tinggi. "Implementasinya melalui Kerjasama Perguruan Tinggi Luar Negeri tentang program Double Degree dan internasional Student," ungkapnya.

Dia menambahkan, PTKIN juga bisa membantu menyelesaikan problem kemasyarakatan seperti Kesehatan, kemiskinan hingga pernikahan anak melalui program pengabdian masyarakat dengan kegiatan KKN tematik, seperti KKN moderasi beragama, keluarga maslahah dengan memberdayakan Lembaga KUA, Masjid, dan lainnya. Selain itu juga, PTKIN diharapkan bisa menyiapkan mahasiswa untuk bisa memanfaatkan peluang beasiswa (Beasiswa Indinesia Bangkit-red) dari LPDP yang disiapkan oleh Dirjen Pendis untuk program double degree dengan institusi luar negeri.