17 Mar
1389

Dirjen Pendis Terangkan Konsep Pola Pendidikan

HumasUIN – Membangun sebuah pola Pendidikan itu pada dasarnya adalah memanusiakan manusia, menggali hal-hal yang esensial bagi manusia atau dengan istilah lain memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan, maka didalam penyeleggaraannya haram hukumnya ada proses-proses penistaan terhadap harkat kemanusiaan. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Prof. Ali Ramdhani pada rapat kerja UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Dalam materinya, Dirjen Pendis menjelaskan pencerahan terkait pentingnya pendidikan. Menurutnya, esensi pendidikan adalah pada dasarnya untuk memanusiakan manusia. Pendidikan pada dasarnya adalah sebuah upaya yang sistematis yang dilakukan secara sengaja dan struktur untuk memberikan makna kemanusiaan pada manusia.
“Maka tugas kita untuk memanusiakan manusia lewat institusi kita adalah dengan mengembangkan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Dia mengatakan jika lembaga pendidikan khususnya PTKIN mempunyai peran yang sangat penting, bukan hanya sekadar berbagi ilmu pengetahuan namun juga harus mampu mengembangkan keterampilan dan kemampuan intelektual. Menurutnya lembaga pendidikan juga harus bisa menjadikan nilai ihsan sebagai pilar dan standar pendidikan. Hal ini ditujukan untuk menghasilkan para intelektual yang mampu mengedepankan sikap IHSAN yang merupakan akronim dari integritas, humanisme, spiritualitas, adaptability, nationality.
Prof. Ali Ramdhani juga menyampaikan jika yang menjadi titik fokus dari pendidikan sejatinya adalah perubahan. Beliau juga memberikan statement menarik tentang prinsip pendidikan.
“Orang hebat dan pintar bukan diukur dengan mampu banyaknya hafalan, tapi seberapa jauh dia mampu memberikan perubahan pada sekitar,” ungkapnya.
Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyuddin mengatakan tahun 2023 ini harus ada program yang dirancang untuk membuat perubahan yang menjadikan kampus kearah yang lebih baik dengan capaian akreditasi unggul pada setiap prodi. Target kita dalam beberapa tahun kedepan adalah mendapat akreditasi unggul. Hal ini harus diimplementasikan dengan konsistennya kita dalam menyusun program kerja, penganggaran serta pengawasan yang konsisten dilakukan guna mencapai tujuan.

“Saya berharap dengan dilaksanakannya rapat kerja tahun 2023 ini mampu menghasilkan program kerja yang saling support antar unit maupun fakultas. Kedepan pekerjaan tidak hanya dikerjakan oleh satu atau dua orang saja, tapi seluruh ASN yang disusun dalam sebuah tim,” ungkapnya.