19 Okt
310

Audiensi UIN Banten-KPID Banten, Bahas Program Masyarakat Cerdas Bermedsos

HumasUIN – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Wawan Wahyuddin  menerima Audiensi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten, bertempat di Ruang Rapat Rektor, Selasa (18/10). Pada pertemuan ini membahas tentang program bangun masyarakat cerdas bermedia sosial.

Pada Audiensi tersebut Prof. Wawan Wahyuddin mengatakan mahasiswa diharapkan dapat cerdas dalam bermedia sosial agar dapat membantu tugas KPID dalam mencegah penyiaran dan penayangan yang negatife.

“Saya berharap mahasiswa dapat memahami cara cerdas dalam bermedia sosial dan dapat membantu mengedukasi masyarakat dalam melihat film ataupun informasi di televisi,” kata Wawan

Prof. Wawan Wahyuddin melanjutkan setelah audiensi segera dilakukan untuk Momerendum of Understanding (MoU). “Segera MOU dengan KPID perkuat kerjasama dalam media dan penayangan yang positif bagi masyarakat,” tuturnya

Sementara itu, Kepala KPID Haris H. Witharja mengatakan untuk media mainstream masih bisa di jaga penayangannya oleh KPID sedangkan untuk media sosial sperti di instagram, youtube ataupun tiktok itu tidak bisa di cegah publikasinya.

Menurut Haris KPID perlu bantuan dari UIN SMH Banten dalam membantu meliterasi di media sosial dengan pendidikan yang positif.

“Dalam bermedia sosial juga dapat dengan cepat mengubah nilai politik, sosial, budaya, dan tren kejahatan. Apalagi katanya, saat ini semua orang telah menggunakan gadget tanpa batas umur.

Dampak itu sendiri menurutnya media sosial sendiri dapat dengan cepat mengubah nilai sosial dan budaya terhadap tatanan kehidupan sosial dalam bermasyarakat.

"Penggunaan gadget juga bisa menimbulkan dampak negatif seperti stabilitas keamanan dalam negeri terkait hoaks seperti ujaran kebencian dan penipuan online cyberbullying," kata dia.

Dia juga berharap melalui program masyarakat cerdas bermedsos bisa membantu untuk meliterasi masyarakat dan memahami cara cerdas bijak dalam bermain media sosial saat ini.

"Bijak artinya setiap informasi yang kita dapat tentunya harus kita cerna dan pertimbangkan betul dengan akal pikiran sehat sebelum mengirim ke teman-teman kita," katanya.

Dia menambahkan dengan bijak bermedia sosial tentunya dapat mencegah hoaks yang akan beredar dan juga dapat membantu KPID dalam memerangi hoaks.

"Kita tahu berita hoaks ini cepat sekali berkembang, dengan apa kita melakukannya kalau tidak dengan bijak itu tadi. Bijak dalam bermain media sosial," katanya lagi.