07 Okt
194

Demi mencegah paham radikalisme di kampus, UIN SMH Banten Gandeng BNPT RI

Humasuin- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia (RI) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maualana Hasanuddin (SMH) Banten menandatangani perjanjian kerjasama atas kesepahaman tentang penanggulangan radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus. Jum'at, (16/09/2022).

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Utama BNPT RI Mayjen TNI Dedi Sambowo, S.IP

Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin mengungkapkan bahwa sangat berharap kepada BNPT untuk bisa mewujudkan cita-cita emas negara republik Indonesia yakni menidi negara yang memiliki sikap toleransi yang tinggi dan paham radikalisme.

"Mari kita bekerjasama dalam menangani kasus paham radikalisme di ranah kampus, terkhusus di daerah Banten," tegasnya.

Dalam hal ini, Rektor UIN SMH membuat point tertentu yang harus dibenahi daerah Banten, terkhusus dari daerah yang menjadi titik tertentu yang pertama, adalah kualitas pendidikan yang kedua, Undang-undang Sistiknas yang baru dan yang terakhir tentang keamanan bagi paham-paham rafikalisme.

Sekretaris utama BNPT RI Mayjen TNI Dedi Sambowo, S.Ip juga menyanggupi dan memberikan pemahaman yang sama terkait paham radikalisme di tingkat perguruan tinggi.

"Selanjutnya kami berharap, kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah paham radikalisme dan intoleran melalui Universitas Islam Negeri Banten," harapnya.

Meyjen TNI Dedi Sambowo pun mengungkapkan data jumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia melalui data statisik tahun 2022 yang tertera.

"Sekitar ada 3115 perguruan tinggi di Indonesia. Dan dari data tersebut 90 persen adalah perguruan tinggi swasta, maka dari itu kami selaku BNPT ingin mengkoordinasikan, melaksanakan dan merumuskan kebijakan dan strategi penanggulangan terorisme yang di dalamnya berisi tentang kesiapsiagaan nasional untuk mencegah paham radikalisme," jelasnya.

Maka dari itu, pihak BNPT sangat sepakat atas kolaborasi yang dibangun oleh Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

"Ini amat sangat tepat, jika berkolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, hal ini sangat penting dilaksanakan saat ini karena anak-anak yang sedang kuliah saat ini menjadi aset negara yang nantinya akam menjadi penerus kita," tegasnya.