26 Sep
198

FTK UIN Banten Kukuhkan 287 Guru Profesional Dalam Jabatan 2022

HumasUIN - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengukuhkan 287 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada acara Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional dalam Jabatan Batch 1 Tahun 2022 secara hybrid di Hotel Ledian, Kota Serang, Selasa (20/9). Peserta PPG merupakan guru-guru agama Pendidikan Agama Islam di sekolah umum dan madrasah dari enam provinsi di Indonesia.

Dekan FTK dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rektor UIN Banten yang sudah memberikan kepercayaan dan amanah yang luar biasa kepada FTIK dalam terwujudnya penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan di UIN Banten.

“Proses Pendidikan Profesi selama lebih kurang 4 bulan lamanya ini sudah sampai di tahap akhir dimulai dari 24 Maret hingga 31 Juli 2022," ucapnya

Dr. Nana Jumhana dalam laporannya menyebutkan, secara kumulatif total peserta PPG yang lulus dan dilantik tahun ini mengalami kenaikan dari 76,3 persen menjadi 82,5 persen atau sebanyak 287 orang. Mereka merupakan hasil seleksi yang dilakukan dalam empat tahap (batch)

"Pendidikan Profesi ini selain sebagai amanah undang-undang juga sebagai jawaban untuk menghadapi tantangan pendidikan ke depan. Kita membutuhkan guru yang berkualitas dan kegiatan ini adalah jawabannya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia melalui peningkan mutu dan kualitas guru," katanya

Sementara itu Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Wawan Wahyuddin mengatakan antara guru agama di sekolah umum dan di madrasah memiliki kesamaan, yakni sama-sama sebagai guru. Kedua guru berperan sebagai kendaraan dan menjadi elemen utama dalam mencerdaskan manusia Indonesia.

"Sebagai guru harus mengajarkan secara kasih sayang, jangan emosi marah-marah apalagi sampai menggunakan kekerasan dan ajarkan anak-anak untuk mencintai NKRI," katanya

Selain itu Rektor juga berpesan kepada para peserta yang akan dikukuhkan agar siap menghadapi banyak tantangan yaitu, bahasa, kualitas pendidikan dan harus tau tentang UUD Sisdiknas

"Ajari anak-anak dalam berbahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing, kelemahan yang kedua yaitu kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, tolong bantu anak-anak kita mengatasi baca tulis alquran, ajari dari SD, SMP hingga SMA," jelasnya

Rektor juga mendorong agar para guru yang telah dinyatakan lulus mengikuti PPG dapat menjadi guru profesional dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Para guru akan menghadapi generasi milenial, generasi semua serba cepat. Boleh jadi murid lebih pintar dan canggih, maka tugas guru ada dua, yaitu menyampaikan pendidikan karakter dan memberikan contoh yang baik. Itu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” tandasnya.

Peserta PPG tidak hanya dari Banten, ada lima provinsi lain yang juga mengikuti yudisium yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Jakarta yang terbagi menjadi enam mata kuliah yaitu Akidah Akhlak, Fiqih, Qur'an Hadits, Guru Kelas MI, Guru Kelas RA dan Bahasa Arab Madrasah.