04 Agu
54

Peduli Anak, UIN SMH Banten Taken MoU dengan LPA Provinsi Banten

HumasUIN - Dalam rangka mendorong gerakan perlindungan anak yang ada di provinsi Banten, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten

 

Kerjasama tersebut dilakukan dengan Penandatanganan nota kesepahaman, yang langsung ditandatangani oleh Rektor UIN SMH Banten Prof. Wawan Wahyuddin dan Ketua LPA Hendri Gunawan, di Aula Rektorat UIN SMH Banten, Rabu (20/7). 

 

Rektor UIN SMH Banten, Prof. Wawan Wahyuddin mengapresiasi kepada Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi terkait perlindungan anak serta dilakukannya MoU antara UIN SMH Banten dengan LPA Provinsi Banten. 

 

"Kerjasama ini penting dilakukan untuk upaya perlindungan anak, sehingga semua anak-anak terlindungi," katanya

 

Wawan Wahyuddin mengungkapkan tujuan dilakukannya MoU tersebut adalah untuk mewujudkan kerjasama yang strategis dalam penanganan anak di provinsi Banten. 

 

"Jadi mari bersama-sama perhatian ke anak-anak lebih diseriuskan, terutama kepada calon ibu-ibu, karena pendidikan pertama adalah dari ibu, niatkan anak-anak untuk Indonesia emas, tanamkan akhlak dan akidah yang baik dan kuat," ungkapnya

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua LPA Provinsi Banten, Hendri Gunawan menjelaskan bahwa LPA adalah kepanjangan tangan dari komnas perlindungan anak yang hadir untuk memberikan perlindungan anak di provinsi Banten. 

 

"Hari ini LPA provinsi Banten menandatangani nota kesepahaman dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam rangka mendorong gerakan perlindungan anak yang ada di provinsi Banten," jelasnya

 

Hendri Gunawan juga mengajak kepada Civitas akademika UIN SMH Banten untuk ada upaya yang dilakukan agar menjadi kampus yang ramah perempuan dan peduli anak. 

 

"Di dalamnya nanti akan kami dorong agar satgas kemudian ada relawan sahabat anak dan juga ada program-program dan kegiatan-kegiatan yang memang berhubungan langsung dengan perlindungan anak yang itu sifatnya pendidikan kemudian penelitian dan juga pengabdian kepada masyarakat," kata Hendri Gunawan

 

Selain itu, dirinya menerangkan, program-program yang akan dilakukan berbentuk program kolaborasi yaitu salah dengan adanya program bedah kasus.

 

"Program ini bisa dilakukan ketika kami melakukan pendampingan yang mana kami perlu mendapatkan rekomendasi juga dari para akademisi dan para ahli yang ada di UIN SMH Banten, termasuk nanti ketika ada kegiatan-kegiatan yang itu sifatnya penelitian itu nanti bentuknya desiminasi putusan misalnya kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang kemudian bisa di desiminasikan dalam bentuk putusan dan menjadi hasil luarannya dalam format jurnal anotasi putusan," terangnya

 

 

Kemudian lanjut Gunawan, program sosialisasi terkait perlindungan anak bisa dikolaborasikan dengan kegiatan Kukerta yang memang hal tersebut dilakukan oleh mahasiswa.

 

"Kami mendorong juga ada sosialisasi yang dilakukan oleh UIN SMH Banten melalui mahasiswa lewat program Kukerta dengan mengedepankan program-program perlindungan anak yang itu mencapai atau bertemu langsung pada masyarakat yang tentu saja ada di provinsi Banten," jelasnya

 

Hendri berharap sesuai dengan Undang-Undang perlindungan anak UUD nomor 35 tahun 2016 pasal 72 bahwa peran serta masyarakat menjadi penting untuk memberikan perlindungan, pemenuhan hak-hak anak yang di dalamnya ada peran akademisi dari civitas akademika UIN SMH Banten

 

"Saya berterimakasih dan menyambut baik program kerjasama dalam nota kesepahaman ini sehingga program yang kami dorong untuk memberikan perlindungan anak menjadi program bersama UIN SMH Banten," harapnya

 

Sementara itu, Kepala PSGA, Iin Ratna Sumirat menjelaskan kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari anak yang jatuh pada 23 Juli, karena itu PSGA, Prodi PIAUD dan Dharma Wanita Persatuan UIN SMH Banten bekerjasama melaksanakan seminar tentang perlindungan terhadap anak. 

 

"Acara ini juga kita melakukan MoU dengan lembaga perlindungan anak di provinsi Banten untuk membuat satu gerakan yaitu kampus ramah perempuan peduli anak,"

 

Iin menerangkan bahwa kampus ramah perempuan peduli anak ini mempunyai cita-cita yaitu menjaga dan melindungi perempuan dan anak. Sejalan dengan hal itu, lanjutnya, kampus UIN SMH Banten akan membuat Daycare rumah perlindungan anak yang kemudian menjadi satu bagian terhadap program PSGA. 

 

"Mari bersama-sama memberikan perlindungan, rasa nyaman kepada anak-anak, sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik," harapnya