03 Jun
416

UIN SMH Banten Lakukan Percepatan Guru Besar

HumasUIN - UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten saat ini terus melakukan sejumlah upaya percepatan untuk melahirkan guru besar atau profesor sebagai langkah untuk terus meningkatkan akreditasi kampus.

Rektor UIN SMH Banten Prof. Wawan Wahyuuddin mengatakan, saat ini UIN SMH Banten terus berupaya melakukan percepatan jumlah guru besar di kampusnya. "Jumlah guru besar tetap dan aktif di UIN SMH Banten saat ini 7 orang," kata Wawan, Jumat (3/6) dalam Workshop Penulisan Proposal Penelitian Kuantitatif Bidang Sosial

Workshop yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UINSMH Banten, Wawan menyampaikan krisis guru besar tidak hanya terjadi di UIN SMH Banten, namun juga terjadi di sejumlah kampus lainnya di Tanah Air. "Salah satu langkah yang dilakukan untuk mempercepat jumlah guru besar yakni dengan program percepatan guru besar," ujarnya.

Hadir pembicara kegiatan Workshop, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Abdul Mujib dan Kepala Subdirektorat Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Dr. Ruchman Basori.

Abdul Mujib menerangkan syarat-syarat LK dan GB yang baginya sangat mudah. “Syarat khusus berupa jurnal bereputasi internasional sekan menjadi momok para pengusul guru besar, padahal menulis adalah menjadi kebiasaan para dosen," katanya.

Terkait jurnal internasional, Mujib menyarankan agar memilih kredibilitas jurnal, kualitas karya ilmiah dan tentu sitasi.

Sementara itu Kasubdit Ketenagaan Ruchman Basori, mengatakan saat ini terbuka lebar kesempatan para dosen untuk menjadi lektor kepala dan guru besar, apalagi bidang rumpun ilmu agama karena sekarang menjadi kewenangan Kemenag.

“UIN SMH Banten adalah PT yang sedang tumbuh berkembang, harus didukung dengan banyaknya professor untuk menopang tadisi akademik dan daya saing," ujar Ruchman