23 Mar
744

Rumah Susun UIN SMH Banten Akan Dimanfaatkan Untuk Ma'had Al Jami'ah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) RI menyerahkan pengelolaan rumah susun kepada UIN SMH Banten, di Kampus 2, Rabu (23/3).

Kegiatan serah terima kunci, pemanfaatan, pengelolaan, dan penghunian rumah susun dihadiri oleh Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa 1, Kementerian PUPR, Firsta Ismet, Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyuddin, beserta jajaran lainnya.

Rumah susun tersebut akan langsung dimanfaatkan untuk kegiatan dan tempat tinggal bagi santri dari Ma'had Al Jami'ah UIN SMH Banten.

Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah menyerahkan pengelolaan pembangunan rumah susun yang dibangun di tanah milik UIN SMH Banten. Sarana tersebut sangat dibutuhkan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia emas.
"Sebagaimana kita ketahui 2045 Indonesia emas, untuk mencapai itu butuh ikhtiar. Alhamdulillah ikhtiar ini direspon oleh kementerian PUPR, dan sudah diserahterimakan pengelolaan kepada pihak kami," katanya.

Rumah susun tersebut akan langsung dimanfaatkan oleh santri dari Ma'had Al Jami'ah, yang akan diawali dengan kegiatan gerakan membaca Al Qur'an oleh 10 santri.
"Konsep awal ini untuk santri perempuan, tapi ketika melihat pola keamanan dan jarak yang jauh maka kita manfaatkan untuk santri laki-laki," ujarnya

Dikatakan Wawan, sebelum dihuni Kementerian PUPR akan memberikan pembekalan dalam memanfaatkan rumah susun. Sehingga santri dapat tinggal dengan tertib, disiplin dan mematuhi aturan.
"Ada beberapa petunjuk yang harus diketahui, karena pembangunan ini juga dilengkapi berbagai sistem," terangnya.

Ia berharap dengan diserahterimakan rumah susun santri yang juga mahasiswa dapat memanfaatkan dengan baik. Sehingga mahasiswa semakin berkualitas, terutama dalam penguasaan keislaman, dan berkualitas dalam menjaga dan mengusung visi misi UIN SMH Banten.
"Kami juga berharap Kementerian PUPR dapat membali membangun rumah susun yang diperuntukkan bagi santri perempuan," paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa 1, Kementerian PUPR, Firsta Ismet mengatakan, rumah susun yang dibangun terdiri 43 kamar, dengan satu unit kamar bisa menampung empat orang. "Ada dua kamar yang diperuntukkan bagi difabel, yang masing-masing diisi oleh dua orang," katanya.

Lebih lanjut, rumah susun yang dibangun dalam tiga lantai ini dibangun dengan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Seperti pemadam kebakaran, fasilitas ruang terbuka, dan juga ruang bersama disetiap lantainya.
"Pembangunannya sudah selesai, tapi kita juga coba menghuni, sehingga semua kekurangan bisa kita identifikasi awal dan kita perbaiki," ungkapnya.