HumasUIN – Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mempertegas komitmennya dalam mentransformasi tugas akhir mahasiswa. Sebagai langkah nyata, pihak fakultas mendorong mahasiswa semester akhir untuk memublikasikan artikel pada jurnal ilmiah sebagai alternatif pengganti skripsi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian Workshop Publikasi Jurnal bagi Mahasiswa yang digelar pada Selasa (21/4/2026), dilanjutkan dengan Workshop Pengembangan Soft Skill Mahasiswa pada Rabu (22/4/2026).
Dekan Fakultas Syariah, Dr. Hj. Iin Ratna Sumirat, S.H., M.Hum., dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa kedua pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitif.
“Dua workshop ini sangat relevan. Kemampuan menulis artikel jurnal menjadi bekal akademik yang kuat, sementara kompetensi soft skill menjadi modal utama saat mereka memasuki dunia kerja,” ujar Iin Ratna Sumirat.
Workshop Publikasi Jurnal ini diikuti oleh 35 orang mahasiswa semester enam dengan menghadirkan dua pakar, yakni Dr. Fatkhul Muin, S.H., LL.M. dan Ahmad Jamaludin Jambunanda, M.H. Dalam sesi materi, Dr. Fatkhul Muin memberikan motivasi mengenai pentingnya orisinalitas dalam sebuah tulisan hukum.
“Mahasiswa harus berani membedah isu hukum terkini dengan pisau analisis yang tajam agar artikel yang dihasilkan memiliki nilai kebaruan yang tinggi di mata pengelola jurnal,” tegas Fatkhul Muin.
Melengkapi penjelasan teknis, Ahmad Jamaludin Jambunanda memandu para mahasiswa mengenai prosedur submisi ke jurnal terakreditasi. Ia menekankan bahwa ketelitian dalam mengikuti gaya selingkung adalah kunci utama diterimanya sebuah naskah.
“Teknik submit bukan sekadar mengirim berkas, melainkan bagaimana mahasiswa mampu menyesuaikan format dan standar sitasi yang diminta oleh jurnal tujuan secara presisi,” tutur Ahmad Jamaludin.
Harapan besar juga disampaikan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Dede Permana, M.A., terhadap output dari kegiatan intensif ini. Ia menyatakan bahwa peserta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang terpublikasi sehingga benar-benar bisa menjadi pengganti tugas akhir skripsi.
“Ke-30 peserta ini kami harapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang terpublikasi serta menjadi inspirasi bagi para mahasiswa lainnya,” kata Dede Permana.
Sehari berselang, tepatnya pada Rabu, 22 April 2026, pihak fakultas kembali menggelar Workshop Pengembangan Soft Skill Mahasiswa dengan tema memperkuat kompetensi keilmuan kesyariahan di era digital. Acara ini menghadirkan H. Dindin Herdiansah, M.Si. yang memberikan wawasan mengenai implementasi nilai-nilai agama dalam karakter profesional. Dindin mengajak mahasiswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber sekaligus inspirasi pengembangan diri dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam paparannya, Dindin Herdiansah merumuskan enam pilar penting yang harus dimiliki lulusan saat terjun ke masyarakat, mulai dari kesabaran hingga kepemimpinan. Ia juga menyoroti peluang karir lulusan syariah dalam sektor ekonomi kerakyatan melalui peran di lembaga koperasi.
“Ada enam pilar soft skill yang penting dimiliki, yaitu kemampuan sabar dan syukur, komunikasi efektif, hubungan intrapersonal, etika, kerjasama, dan kepemimpinan,” jelas Dindin Herdiansah.
Melengkapi materi pengembangan diri, narasumber Dr. Nurul Huda Maarif, M.A. membekali peserta dengan metode aktualisasi diri melalui konsep tiga R, yaitu Lembar, Mimbar, dan Layar. Ia menjelaskan secara detail bahwa mahasiswa harus mampu menguasai tulisan, berbicara di depan umum, serta teknologi digital.
“Lembar artinya mampu menuangkan gagasan lewat tulisan, Mimbar artinya mampu public speaking, dan Layar artinya mampu memanfaatkan teknologi informasi digital untuk menyalurkan ide,” ungkap Nurul Huda Maarif.
Partisipasi mahasiswa dalam workshop kedua ini terlihat sangat antusias, terutama saat memasuki sesi simulasi peran yang dipandu langsung oleh para pemateri. Dr. Nurul Huda Maarif memandu peserta untuk langsung mempraktikkan cara menyampaikan gagasan secara lisan dan tulisan dalam waktu singkat. Menurut Nurul Huda Maarif, simulasi ini sangat penting agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kepercayaan diri yang kuat saat berhadapan dengan publik.
Pihak fakultas menilai bahwa perpaduan antara kecakapan akademik dalam menulis jurnal dan kekuatan soft skill akan menjadi pembeda bagi lulusan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Iin Ratna Sumirat menambahkan bahwa transformasi ini adalah upaya fakultas untuk tidak lagi terjebak pada format skripsi konvensional jika mahasiswa memiliki potensi publikasi yang lebih luas. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan peringkat akreditasi institusi melalui kontribusi karya ilmiah mahasiswa.
Pada akhir rangkaian acara, para mahasiswa diberikan target waktu untuk menyelesaikan draf artikel mereka agar segera dapat ditelaah oleh tim pendamping. Dede Permana menyatakan bahwa pihak fakultas akan terus memantau perkembangan setiap artikel hingga benar-benar mendapatkan surat penerimaan (Letter of Acceptance) dari penerbit jurnal. Proses pendampingan ini merupakan bagian dari layanan fakultas untuk memastikan transisi kebijakan pengganti skripsi ini berjalan efektif.
Melalui dua kegiatan besar ini, Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga adaptif terhadap teknologi. Sinergi antara akademisi dan praktisi dalam workshop ini diharapkan mampu membawa atmosfer akademik yang lebih segar dan produktif. Ke depan, publikasi jurnal akan menjadi salah satu pilar utama dalam penilaian prestasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Syariah.