HumasUIN – Guru Besar Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. K.H. Amin Suma, M.A., hadir sebagai narasumber dalam orientasi mahasiswa baru Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Sjadzli Hasan tersebut mengusung tema “Ekosistem Smart Campus dalam Mewujudkan Transformasi Pendidikan Tinggi”.
Dalam pemaparannya, Prof. Amin Suma menyoroti aspek fundamental dari transformasi pendidikan, yang menurutnya harus dimulai dari pemahaman terhadap hakikat manusia serta dorongan untuk terus bergerak secara terstruktur. Ia menekankan pentingnya peningkatan jenjang kualifikasi akademik mulai dari tingkatan sarjana, magister, hingga doktor sebagai bentuk nyata dari transformasi diri.
Mengutip pemikiran filosofis dan keilmuan Islam, Prof. Amin Suma menjelaskan bahwa kata manusia (al-insan) memiliki dimensi akal, pemikiran, dan kerohanian yang luhur. Mengutip pandangan Ibn Qayyim, ia menegaskan bahwa manusia dicirikan oleh al-harakah al-mutatabbiah, yakni pergerakan yang teratur dan terstruktur.
“Manusia yang seutuhnya adalah mereka yang pikiran dan fisiknya terus bergerak secara teratur. Dalam konteks akademis, transformasi harus dibuktikan melalui kepekaan terhadap lingkungan, pemikiran yang tidak mandek, serta keberanian untuk melangkah dari sekadar pengikut (muqallid) menjadi insan akademik yang kritis dan analitis,” tegasnya di hadapan para peserta orientasi.
Selain menyoroti dinamika pergerakan akademis, Prof. Amin Suma juga mengulas pentingnya kebanggaan terhadap bahasa nasional di lingkungan perguruan tinggi. Ia mengapresiasi pencapaian bahasa Indonesia yang kini makin diakui secara internasional, termasuk oleh UNESCO. Menurutnya, insan akademis perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) tidak boleh merasa minder atau asing dengan penggunaan bahasa dan istilah keilmuan sendiri.
Ia menambahkan bahwa semangat belajar tidak boleh berhenti pada batas usia atau status kedinasan. Pengalaman puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan, pengabdian di lembaga peradilan, hingga penerbitan karya-karya ilmiah harus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus memiliki cita-cita yang tinggi.
“Bagi mahasiswa magister dan doktor, transformasi diri itu adalah keharusan. Tingkatkan kapasitas dari sekadar memahami dasar ilmu menjadi sosok yang mampu memberikan kontribusi keilmuan secara mandiri dan berbobot. Ilmu itu akan mati jika tidak digunakan, tidak ditulis, dan tidak didiskusikan,” ujar Prof. Amin Suma mendorong semangat para mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa baru UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dapat menginternalisasi nilai-nilai keilmuan, memiliki gairah belajar yang tinggi, serta siap berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem smart campus yang berkelanjutan.