Kolaborasi FTIK UIN SMH Banten dan AICI Sukses Gelar FTIK Vaganza Airoc 2026, Dorong Pendidikan Berbasis AI dan Robotik

HumasUIN – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten sukses menyelenggarakan kegiatan FTIK Vaganza Airoc. Mengusung tema “Innovation Through AI and Robotics for Sustainable Education and Society”, acara berskala strategis ini bertempat di Aula PPG FTIK UIN SMH Banten pada Rabu, (10/06/2026).

Acara penutupan (closing ceremony) tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II Dr. Ali Muhtarom, M.Si., yang hadir mewakili Rektor UIN SMH Banten. Turut hadir Dekan FTIK Dr. H. Subhan, M.Ed., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), perwakilan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, jajaran Wakil Dekan I, II, dan III FTIK, Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas, serta seluruh jajaran panitia penyelenggara.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana FTIK Vaganza Airoc, Oman Fathurrahman, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun material demi kelancaran acara ini.

“Lomba Robotik FTIK Vaganza Airoc ini diikuti oleh 24 tim peserta dari berbagai jenjang, mulai dari jenjang SD, MTs, SMP sampai dengan MA dan SMA. Selain dari robotik yang diikuti oleh peserta dari siswa, kita juga mengadakan lomba terkait dengan media pembelajaran berbasis AI yang diikuti oleh 10 peserta dari Ibu dan Bapak Guru,” ujar Oman Fathurrahman.

Oman Fathurrahman juga menambahkan bahwa integrasi teknologi robotik dan AI di lingkungan FTIK merupakan langkah perdana yang sangat krusial, mengingat dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi dengan arus digitalisasi yang masif.

“Kenapa Lomba Robotik dan media pembelajaran berbasis AI ini diangkat di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan? Ini baru pertama kali. Karena memang di zaman digitalisasi dan teknologi yang semakin cepat ini, dunia pendidikan juga harus bisa menyesuaikan. Mungkin pemikiran kita robotik itu hanya sekedar robot biasa atau mobil-mobilan, tapi ternyata tidak seperti itu. Para peserta menampilkan kreativitas-kreativitasnya yang luar biasa,” tambah Oman Fathurrahman sembari memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam teknis pelaksanaan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI), Dr. Baik Hana Susanti, M.Sc., mengungkapkan kebanggaannya atas kemitraan strategis yang terjalin dengan UIN SMH Banten. Dr. Baik Hana Susanti menjelaskan bahwa agenda ini merupakan kolaborasi ketiga yang telah dilaksanakan bersama FTIK, mulai dari pelatihan dosen, seminar, hingga kompetisi bagi para siswa.

“Ini adalah kegiatan ketiga yang kami laksanakan bersama. Dimulai dengan workshop robotik untuk teman-teman dosen, kemudian kegiatan kedua kami laksanakan seminar tentang media pembelajaran yang diikuti lebih dari 200 peserta. Dan kali ini kita libatkan anak-anak siswa-siswi SD, SMP, SMA, MI, MTs, dan MA untuk mengikuti robotik, serta tidak lupa Bapak dan Ibu gurunya,” ungkap Dr. Baik Hana Susanti.

Lebih lanjut, Dr. Baik Hana Susanti memaparkan bahwa era Generative AI dan Agent AI telah hadir lebih cepat dari prediksi semula, di mana pencapaian tertinggi dari ekosistem AI tersebut bermuara pada teknologi robot.

“Sesuatu yang diprediksi akan datang tahun 2030 atau 2045, sudah datang hari ini. Pencapaian tertinggi dari AI ini adalah robot. Satu saat nanti, hal itu akan kita saksikan di bandara, restoran, hingga di pemerintahan yang semuanya dikerjakan oleh robot. Kenapa kami bersama Dekan sangat menganjurkan pembelajaran ini dimulai di sekolah? Karena di situlah kita akan menyiapkan anak-anak kita. Modalnya ada tiga, yaitu coding, programming, dan AI. Sistem ini akan membuat mereka bisa beradaptasi dengan teknologi apa pun,” jelas Dr. Baik Hana Susanti yang juga mengumumkan akan adanya rangkaian festival robotik tingkat nasional dan internasional hingga akhir tahun 2026.

Dekan FTIK UIN SMH Banten, Dr. H. Subhan, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan intensif mengenai AI bertujuan untuk menyelaraskan kompetensi tenaga pendidik dengan kurikulum baru yang berbasis Outcome-Based Education (OBE).

“Kita sudah menetapkan ada mata kuliah pembelajaran berbasis AI di dalam kurikulum yang baru untuk semua jurusan di Fakultas Tarbiyah, baik itu PAI, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, MPI, PIAU, maupun BKP. Untuk itu, persiapan pertamanya adalah kami melatih dosen-dosen untuk menjadi pengampu mata kuliahnya. Ini adalah salah satu upaya kami untuk membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan yang futuristik,” kata Dr. H. Subhan.

Menurut Dr. H. Subhan, langkah progresif ini sejalan dengan nilai-nilai adaptasi zaman yang diintegrasikan dengan aspek spiritual keislaman serta kebudayaan lokal.

“Didiklah anak-anak kalian karena mereka akan hidup di zaman yang bukan sama dengan zaman kamu, melainkan zaman masa depan. Kita tidak hanya mewariskan nilai-nilai tradisional, tapi juga kita akan membekali mereka dengan keterampilan dan nilai yang adaptif dengan tuntutan zaman. Namun, kita juga tidak ingin melupakan nilai kearifan lokal dan nilai spiritual keislaman,” tutur Dr. H. Subhan yang juga mengajak para calon mahasiswa baru untuk memanfaatkan jalur ujian mandiri (PCMB) yang masih terbuka di UIN SMH Banten.

Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Dr. Ali Muhtarom, M.Si., menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital dan robotik merupakan bagian dari amanat khusus Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama agar lembaga pendidikan mampu bergerak responsif pada abad ke-21.

“Tantangan abad 21 ini adalah bagaimana kita menciptakan skill future atau keahlian masa depan. Masa depan ini sangat terbuka oleh teknologi, bahkan setiap detik itu berubah. Mau tidak mau, kita harus memiliki pola pikir yang adaptif terhadap semua perkembangan ini. Karena FTIK UIN SMH Banten ini menjadi salah satu embrio yang memelopori robotik di lingkungan PTKIN, saya berharap nanti ada event secara nasional yang bisa berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi atau bahkan bermitra dengan Kemenag serta Kemendiktisaintek,” harap Dr. Ali Muhtarom.

Terkait fenomena AI, Dr. Ali Muhtarom mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecanggihan teknologi dengan esensi spiritual nilai-nilai keagamaan melalui pendekatan yang komprehensif.

“Kalau kita bicara tentang teknologi terutama robot, paradigma kita dalam menyikapi sekaligus mengembangkannya harus baru. Jangan sampai kita dikuasai atau terlalu bergantung dengan AI, tetapi kita harus bisa mengimbanginya. Jika orientasinya hanya untuk presentasi, robot memang bisa dipasang cip seluruh kitab kuning. Namun, di dalam keilmuan itu ada keberkahan dan ada hal-hal lain yang mengandung spiritualitas. Maka di sini paradigma baru kita harus bersifat holistik. Selain itu, karena 40 dosen FTIK sudah dilatih, maka harus diterapkan secara luas demi menjaga keberlanjutan (sustainability) konsep pendidikan ini,” pungkas Dr. Ali Muhtarom.

Rangkaian acara closing ceremony FTIK Vaganza Airoc 2026 ditutup secara meriah dengan sesi interaktif menari bersama robot prototipe, yang kemudian dilanjutkan dengan pengumuman serta penyerahan piala kejuaraan kompetisi robotik untuk masing-masing kategori jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA sederajat.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323