Tantangan Dakwah Era Digital, Fakultas Dakwah UIN Banten Perkuat Literasi Media Mahasiswa

FadaNews – Fakultas Dakwah (Fada) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar kegiatan Pembinaan Kegiatan Lembaga Kemahasiswaan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi serta membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai tantangan dakwah dan literasi media di era digital.

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Fada ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Banten, Ahmad Solahudin, S.Pd.I., yang juga merupakan alumni UIN Banten.

Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Endad Musaddad, dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang aktif dalam Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Mahasiswa (Dema), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Selain mahasiswa, forum ini juga turut dihadiri oleh unsur dosen dan tenaga kependidikan, mulai dari Kepala Bagian (Kabag) hingga staf prodi.

Dalam sambutannya, Prof. Endad Musaddad menyoroti kompleksitas tantangan dakwah kontemporer yang tidak lagi terbatas pada interaksi tatap muka. Ia menekankan bahwa mahasiswa dakwah harus memiliki kecerdasan digital yang mumpuni.

“Tantangan dakwah hari ini semakin rumit. Dulu objek dakwah kita jelas terlihat di hadapan, namun sekarang tantangan dakwah bukan hanya berkaitan dengan manusia yang kasat mata, tetapi juga berkaitan dengan ruang digital yang luas,” ujar Prof. Endad.

Ia mengingatkan bahwa di era informasi saat ini, verifikasi kebenaran sebuah konten keagamaan menjadi sangat krusial. Mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memverifikasi validitas dalil atau hadis yang beredar di media sosial.

“Kita hari ini dipantau oleh jejak digital yang lebih besar. Ketika ada ceramah atau kutipan hadis yang beredar, kita harus bisa menimbang dan memverifikasi kebenarannya, tidak sekadar menelan mentah-mentah. Tokoh-tokoh besar seperti Ustaz Adi Hidayat atau Ustaz Abdul Somad bisa dikenal luas karena mereka cerdas memanfaatkan media. Mahasiswa sekarang harus lebih cerdas dari para ustaz terdahulu karena fasilitas teknologi dan akses terhadap kitab-kitab digital sudah tersedia di genggaman,” tegasnya.

Prof. Endad juga mengapresiasi peran KPID dalam membatasi ruang kebebasan berekspresi agar tetap pada koridor yang layak konsumsi. Ia berharap mahasiswa Fakultas Dakwah mampu menjadi agen yang memilah informasi mana yang layak dan tidak bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Dekan juga menyampaikan peringatan keras terkait dinamika organisasi kemahasiswaan. Ia mengimbau agar para aktivis mahasiswa berhati-hati terhadap modus perekrutan yang membawa agenda tersembunyi dan menyimpang dari nilai-nilai Islam.

“Jangan sampai organisasi yang kita banggakan ini dimasuki oleh nilai-nilai yang tersembunyi dan merusak. Kita pernah mendengar kasus penyimpangan berkedok organisasi di fakultas lain. Mahasiswa Fakultas Dakwah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian nilai organisasi dan dakwah,” pungkasnya.

Sementara itu, narasumber utama, Ahmad Solahudin, hadir sebagai representasi keberhasilan alumni yang aktif berorganisasi. Prof. Endad menilai, pengalaman Ahmad semasa kuliah yang gemar berdiskusi dan berdialog kritis menjadi modal penting hingga kini menjabat sebagai Wakil Ketua KPID Banten.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen civitas akademika Fakultas Dakwah untuk memperkuat sinergi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar dakwah.


Jl. Jendral Sudirman No. 30
Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten,
Indonesia 42118

Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
Curug, Kota Serang, Provinsi Banten
Indonesia 4217

Jl. Jend. Sudirman No.227,
Sumurpecung, Kec. Serang, Kota
Serang, Provinsi Banten Indonesia
42118

 Hak Cipta 2025 – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Email : surat@uinbanten.ac.id No. Tlp : (0254) 200 323