HumasUIN – Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menyelenggarakan Rapat Rancangan Kerja (RRK) Tahun 2026 di Hotel Forbis, Selasa (31/03/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN SMH Banten, Dekan Fakultas Syariah, jajaran Wakil Dekan, Ketua Program Studi, serta staf administratif di lingkungan fakultas.
Dalam arahannya, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar lini jabatan untuk mencapai target besar universitas, yakni internasionalisasi. Ia menegaskan bahwa setiap program kerja yang dirancang harus dipahami secara mendalam dari level pimpinan hingga staf terbawah.
“Kita harus menjadi satu tim. Proyek yang saya miliki diturunkan ke Dekan, Wakil Rektor, Wakil Dekan, hingga ke Ketua Program Studi dan Ketua Jurusan. Ini menunjukkan bahwa kita ingin menuju pada target yang sama, yaitu level internasionalisasi,” ujar Prof. Ishom dalam sambutannya.
Rektor juga menyoroti perubahan paradigma akreditasi di masa mendatang yang akan lebih berbasis pada data terdokumentasi dan capaian nyata di lapangan. Menurutnya, fakultas tidak boleh lagi bekerja secara parsial atau sendiri-sendiri, terutama dalam mengejar standar kualitas dosen.

Ia memaparkan bahwa untuk mempertahankan status akreditasi Perguruan Tinggi (APT), kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama. Salah satu syarat mutlak adalah kepemilikan jumlah Guru Besar yang mencapai 25 persen dari total dosen.
“Segala upaya kita akan ke sana (internasional), meskipun di sisi lain kita perlu mengisi lubang-lubang yang belum tercapai. Misalnya, dari 38 prodi yang kita miliki, baru 16 yang terakreditasi Unggul,” tambahnya.
Selain masalah akademik, Prof. Ishom mengajak seluruh sivitas akademika untuk aktif membangun citra positif PTKIN di tengah persaingan ketat dengan perguruan tinggi umum. Ia menyatakan bahwa lulusan PTKIN memiliki daya serap kerja yang sangat kompetitif, sebuah fakta yang harus terus disosialisasikan untuk melawan narasi negatif di ruang publik.
Terkait manajerial internal, Rektor berkomitmen untuk mempermudah urusan administrasi kenaikan pangkat dosen asisten ahli ke lektor hingga lektor kepala, sepanjang memenuhi aturan yang berlaku.

“Intinya saya tidak akan mempersulit. Kalau bisa diperbaharui dan dipermudah, mengapa harus dipersulit? Termasuk komitmen kami dalam menjaga kesejahteraan pegawai dan pengajuan kuota ASN guna memperkuat institusi,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Prof. Ishom mendorong para dosen di Fakultas Syariah untuk meningkatkan publikasi ilmiah, khususnya pada jurnal bereputasi internasional (Scopus) melalui skema kolaborasi. Hal ini dianggap krusial karena algoritma digital saat ini sangat mempertimbangkan rekam jejak digital dan sitasi penulis dalam menentukan kualitas sebuah karya ilmiah.
Rapat Rancangan Kerja ini diharapkan menghasilkan program-program aplikatif yang mampu mendongkrak posisi Fakultas Syariah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global pada tahun 2026 mendatang.