HumasUIN – UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten melalui Fakultas Syariah kembali menunjukkan peran strategis dalam penentuan kalender Hijriyah. Bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, BMKG, para ulama, dan ormas Islam, UIN SMH Banten melaksanakan pemantauan hilal (Rukyatul Hilal) awal Ramadan 1447 Hijriah di Laboratorium Falakiyah Fakultas Syariah pada Selasa (17/02/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada observasi fisik, tetapi juga diperkuat dengan aspek akademis melalui gelaran “Sidang Terbuka Bedah Metode Hisab dan Rukyatul Hilal Ramadan 1447 H”. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Kepala Kanwil Kemenag Banten, serta jajaran sivitas akademika.
Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Dr. Ali Muhtarom, M.Si., yang hadir mewakili Rektor, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas laboratorium kampus merupakan amanah yang terus dijaga setiap tahunnya.
“Alhamdulillah saat ini kita memiliki fasilitas yang canggih dalam penentuan rukyatul hilal. Insya Allah juga kita di bulan Ramadan ini memiliki banyak kegiatan, salah satunya kegiatan upgrading skill yang dalam hal ini kita menggandeng media nasional dalam meningkatkan skill mahasiswa kami,” ujar Dr. Ali Muhtarom.
Lebih lanjut, Dr. Ali Muhtarom mengingatkan pentingnya keselarasan antara ikhtiar lokal di Provinsi Banten dengan kebijakan nasional. Ia menjelaskan bahwa standar yang digunakan tetap merujuk pada kesepakatan regional negara-negara tetangga.
“Dari aturan yang sudah jelas, hilal akan terlihat pada ketinggian 3 derajat sehingga umat Islam bisa melaksanakan ibadah puasa. Namun, dalam ikhtiar kita di lokal khususnya di Provinsi Banten, tetap kami juga mengikuti arahan langsung dari pusat. Karena mereka sudah berkoordinasi melalui Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang nantinya akan diumumkan langsung oleh Menteri Agama RI,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si., menekankan pentingnya penyamaan persepsi dalam penentuan awal ibadah bagi umat Islam. Dr. H. Amrullah menjelaskan bahwa proses di tingkat daerah merupakan bagian integral dari Sidang Isbat nasional.
“Sama mungkin juga sejalan dengan di Kementerian Agama RI, saat ini kami sedang melaksanakan isbat yang waktunya sama sore ini, mulai jam 16:00 sampai menjelang Maghrib. Artinya, respons dan komitmen dari kita umat Islam itu luar biasa. Bahkan di tingkat dunia melalui MABIMS juga melaksanakan isbat ini. Kita perlu merespons ini dengan betul-betul sehingga menciptakan ketenangan dan keamanan bagi umat Islam. Yang bagus itu puasanya Rabu atau Kamis, yang penting bagus, yang tidak bagus itu yang tidak puasa,” tutur Dr. H. Amrullah.
Lebih lanjut, Dr. H. Amrullah memaparkan bahwa titik pemantauan di Banten tersebar di beberapa lokasi strategis untuk memberikan informasi akurat kepada media dan masyarakat. “Biasanya kita melakukan penetapan di beberapa tempat seperti di UIN, Mabruk Anyer, Pelabuhan Ratu, hingga PIK 2 Banten. Banyak media yang bertanya karena mereka ingin mempublikasikan kesepakatan penetapan awal 1 Ramadan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN SMH Banten, Dr. Hj. Iin Ratna Sumirat, S.H., M.Hum., mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi yang harus terus ditingkatkan, tidak terbatas pada urusan hilal semata.
“Fakultas Syariah menyelenggarakan acara bertajuk Sidang Terbuka Bedah Metode Hisab dan Rukyatul Hilal ini sebagai bentuk kerja sama nyata dengan Kanwil Kemenag Banten. Harapannya, sinergi ini tidak hanya berhenti pada penentuan awal bulan Hijriah saja, tetapi juga merambah ke berbagai program akademik dan sosial lainnya di lingkungan Fakultas Syariah,” tegas Dr. Hj. Iin Ratna Sumirat.
Kegiatan ini ditutup dengan diskusi mengenai keragaman metode astronomi Islam (Ilmu Falak), di mana UIN SMH Banten memosisikan diri sebagai pusat studi yang mumpuni dengan dukungan alat observasi modern untuk melayani kebutuhan informasi umat.