05 Agu

HIJRAH

Penetapan kalender Islam tidak berbasis pada kelahiran tokoh sekelas nabi sekalipun apalagi dengan bunyi lonceng saat pergantiannya.

Ia terlahir dari semangat juang berbasis perbaikan dan kebaikan yang disandarkan pada upaya perubahan/revolusi fisik maupun mental.

Kini kalender hijriyah 1443 mengingatkan kita untuk tetap semangat bermental baja, beriman, dan imun menggelorakan semangat hijrah qolbiyah menuju hari esok yang lebih cerah walau kita masih dihadapkan dengan wabah covid.

Momentum hijrah ini pun telah digelorakan seiring dengan HUT RI ke-76 yang dengan semangat teks proklamasi yang telah berhasil mengusir penjajah.

Para pendahulu benar-benar telah menjadi teladan saat merebut kemerdekaan karena memang tekad mereka hanya satu tujuan yaitu mengubah dari tertindas oleh penjajah menjadi merdeka dan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

Para pndahulu kita dengan bangga mempersembahkan torehan emas sejarahnya menjadikan Indonesia merdeka.

Mereka gak sempat dapat proyek, mereka gak sempat dapat gaji dan remunerasi, tapi jiwa raga bahkan nyawa mereka persembahkan untuk bisa hijrah dari tekanan penjajah menuju bangsa yang cerah, berkah, dan penuh rohmah.

Adalah kewajiban kita mensyukuri dan melanjutkan cita-cita luhur mereka juga dengan berbasis hijrah.

Hijrah dari wabah dengan terus menaati protokol kesehatan (prokes) dan nada doa dan dakwah bersatu menuju Indonesia tangguh.

Tak terbayangkan bila kemerdekaan belum diraih semua urusan mesti dibawa ke negeri penjajah yang kini sebagaimana masih dialami Palestina yang Masjid Aqsho masih dikendalikan oleh penjajah terbukti saat kita ziarah visanya visa Israel.

Mari kita hijrah dari yang semula ngeyel tidak mau mensyukuri kemerdekaan RI menjadi lebih bersyukur atas nikmat kemerdekaan ini, di sana-sini ada kekurangan sudah pasti karena setiap kita terkadang ego dengan nafsu yang dimiliki atau pengaruh luar yang terus menggerus agar hasidul fiqri wal aqli.

Dengan semangat HUT RI mari kendalikan diri dan tetap bersatu usir pandemi musuh yang tak nampak dan juga yang jelas nampak berupa darurat narkoba, darurat korupsi, dan darurat seks bebas.

Selain upaya lahiriyah dalam rangka menjaga nilai hijrah tak lupa kita hijrah qolbiyah dengan terus bermunajat doa dan istigotsah.

Ini penting karena kemerdekaan yang kita raih bukan semata karena upaya lahiriyah melawan penjajah tapi sebagaimana preambule UUD 1945 berkat rahmat Allah SWT jualah negeri ini terbebas dari agresi penjajajah. Wallahu a’lam. (*)