13 Okt

TUHAN TERNYATA TER-NYATA

Tuhan begitu dekat kepada setiap insan. Janganlan kita sungkan meminta apa saja kepada-Nya. Demikian Komarudin Hidayat mencercah renungan dalamnya di di sebuah buku monumentalnya. Ada banyak sarana untuk mendekati Tuhan, lanjut Komaruddin, yaitu antara lain melalui salat fardu dan salat sunnah.

 

Kedeketan Tuhan terhadap hamba-Nya bukan klaim tanpa dasar tetapi klaim Tuhan sendiri yang sangat lugas dan dipertanggungjawabkan. Dalam firman-Nya Tuhan paling objektif menyatakan bahwasanya Ia mengetahui apa yang terbisik dari hati hamba-Nya dan amat dekat tepat di urat lehernya (Q.S. 50 : 16). 

 

Siapa  dan macam kehidupan apa yang tak pernah dikontrol oleh kepungan Tuhan. Kata yang terucap. Gerak yang diayunkan. Hasrat dan kehendak yang terlintas. Gelisah dan gundah. Semua itu lahir tak terbendung lagi menolak atau menahannya. Dunia kehidupan diramaikan oleh segala jenis kesibukan umat manusia hanya untuk memenuhi hajat kehidupan. Tak satu pun umat manusia kuasa menghindar dari hingar bingarnya ketercapaian yang diinginkan.

 

Hati dimagnit. Nafas dihembuskan. Nyawa ditahan dan dilepaskan. Ubun-ubun dipegang. Mata perdetik dikedipkan. Perut dilaparkan dan dikenyangkan. Tenggorokan dibasahkan, dikeringkan dan dihauskan. BAB dan BAK ditoiletkan. Nafsu seks disalurkan. Semua itu kerja-kerja rutin yang sudah dimekanisasi Tuhan. Siapapun manusia yang terkuat, terhebat, terkaya dan paling kuasa. Hati manusia sebengis apapun yang ditakuti orang. Tak mungkin alias bin mustahil mampu merubah sistem/mekanisasi yang telah dibuat Tuhan.  

 

Umat manusia boleh mencipta dengan segala inovasi dan kemoderenanya. Tapi ciptaan Tuhan yang statusquo tak mungkin  tertandingi. Bayi tabung menjadi kreasi. Sperma sulit disaji. Tubuh dioperasi plastik. Bayi lahir lebih alami dan cantik. Lautan direklamasi. Badai hujan silih berganti. Hutan ditebang. Angin dan api menerjang. Gunung diratakan. Terik matahari memanas dihamparan.  Ginjal dan jantung dicangkok demikian rumit dan menegangkan. Tapi tak serumit Tuhan ciptakan ginjal lewat bayi-bayi mungil yang perdetik lahir.  

 

Begitu canggihnya ciptaan Tuhan. Tak bisa tertandinggi dengan secanggih manusia membuat robot. Seganteng dan secantik apapun robot. Ia tak akan pernh bisa mengeluarkan sperma dari tempatnya. Seangker dan segarang robot ditampilkan. Ia tidak kan pernah bisa mengeluarkan tinja dari perutnya.

 

Kekuasaan Tuhan kini telah nyata tak dapat ditandingi oleh sekelas apapun makhluk manusia di dunia. Lalu  dalam dunia yang hyper realitas ini apa sesungguhnya yang tengah terjadi dalam kapasitas manusia sebagai makhluk yang berakal?  

 

Umat manusia dengan akalnya dipercaya Tuhan untuk memakmurkan dunia (Q.S. 11: 61). Predikat khalifah merupakan menajimn primordial Tuhan yang paling realistis dan berlaku netral diberikan kepada siapa saja baik kepada Nabi maupun kepada umat manusia biasa di dunia. Bagi yang mampu menangkap pesan kekhalifahan Tuhan, ia akan mendapatkan keunggulan peradaban di dunia.  

 

Di abad modern ini yang terlihat serius menjalani kekhalifahan adalah negara-negara Barat. Terakhir disusul Cina dan Jepang. Mereka selama ini mampu membangun teknologi dan komunikasi yang serba canggih. Transportasi dan infra struktur yang megah dan lancar. lingkungan yang bersih dan teratur.

 

Keunggulan itu membuat negara-negara lain tercengang dan hampir semua negara berkembang tergantung kepada negara yang secara lahiriah dipandang cemerlang menampilkan keunggulannya. Sementara negara terbelakang dan berkembang memilih jalan tergantung dan menerima apa saja produk-produk teknologi yang diekpor dari negara unggul dan maju.

 

Tak terelakkan  teknologi komunikasi produk negara-nagara unggul itu menyebar ke hampir seluruh dunia. Tidak terkacuali negara-negara terbelakang  hingga kaum teroris pun mendayagunakan produk teknologi itu dengan mudah. Melalui komunikasi teknologi satelit semua informasi negara maju maupun berkembang dikepung, dideteksi dan diintai oleh segenap bangsa penghuni bumi.

 

Dalam situasi yang makin terbuka ini hukum sunatullah interdependensi antar bangsa/negara  berlaku. Hukum pasangan mustahil dinafikkan dengan hukum tunggal/single kekuasaan yang mengkebiri/ menghegomoni pasangan lain (Q.S. 36: 36). Kaidah muamalah yang mengatur antar bangsa dengan menampilkan etika demokrasi yang bermartabat menjadi mutlak diwujudkan.

 

Ironisnya yang terjadi negara-negara  unggul yang notabenenya pejuang demokrasi dan hak-hak kemanusiaan terkadang tidak sejalan dengan nilai demokrasi yang diusungnya. Kekerasan dan kebiadaban  perang dengan menggunakan senjata pemusnah oleh  negara besar kerap memancing protes kemarahan negara yang tak berdaya.  Perlawanan tidak seimbang oleh gerakan sempalan pun kerap terjadi. Pada akhirnya di luar dugaan gerakan teroris pun nekad melakukan perlawanan besar yang menyebabkan tumbangnya WTC sebagai gedung kebanggaan Amerika 11 September 2001.

 

Serangan ini diakui atau tidak sabagai akibat dari pelanggaran hukum sunatullah oleh negara besar yang menafikan dan melecehkan hukum berpasangan. Pelanggaran ini bukan saja telah memukul tekanan psikologis negara besar tetapi juga  telah merendahkan derajat kedigjayaan kecangihan intelegen dan teknologi informasi yang mereka buat sendiri.

 

Tegasnya  apapun kehebatan dan kedigjayaan teknologi negara maju. Hukum sunatullah yang mengatur kaedah ketundukkan pada regulasi dan nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi pegangan fundamental. Tanpa itu, maka kedigjayaan teknologi  akan menjadi senjata bumerang yang dapat meluluhlantahkan mereka sndiri.

 

Di era ini kita saksikan terjdinya krisis sudah menimpa negara berkembang tetapi juga menimpa ke negara maju seperti Amerika. Akibat krisis ini mendorong Amerika yang semula menggunakan kekuatan senjata canggih perang dalam mengatasi "radikalisme sebuah negara" kini ia mulai melunak dengan kebijakan barunya.

 

Sikap lunak Amerika ini menunjukkan makin kuatnya kesadaran bahwa mengandalkan kekuasaan tunggal pada dirinya adalah suatu  kemustahilan. Perang dan perang yang dikobarkan negara maju /Amerika tampaknya hanyalah akan menguras  energi dan menekuk pertumbuhan ekonominya. Kesadaran di luar  dirinya telah berdiri negara-negara pengimbang  tidak dapat lagi dibendung.  Rusia di luar dugaan telah  memalukan Amerika dengan alat teknologi sadapnya. Cina dengan kekuatan baru  ekonominya membuat gerah dan kelimpungan Amerika.

 

Pada akhirnya kedigjayaan apapun  yang berbentuk realitas  kecanggihan teknologi, kemewahan ekonomi dan keangkuhan atraktif yang diperagakan makhluk-makhluk super angker sekalipun. Ketundukan atau sujud pada hukum sunatullah berpasang-pasangan merupkan sesuatu realitas yang tak terelakan. Tuhanlah  sesusungguhnya yang mentrasendensi dan mengawasi sejagat realitas  penciptaan dan  keahlian makhluk manusia. Tuhanlah yang dekat melekat di urat leher mereka. Kapan saatnya Tuhan akn membetot leher-leher kreasi dan prestasi digjaya  mereka menuju kematian sempurna manakala tidak memohon perlindungan kepada Nya dengan sujud/salat. Ternyata Tuhanlah penjaga realitas.  Tuhan Ternyata Ternyata.