29 Jan
240

Kemenag Luncurkan SPAN-UM PTKIN 2019

 

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) luncurkan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk (UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yang secara resmi diluncurkan oleh Menag RI Lukman Hakim Saifuddin, di Hotel Borobudur Lapangan Banteng Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Dalam sambutannya, ia mengajak untuk mengkaji kemungkinan untuk masa yang akan datang, SPAN-UM itu tidak lagi dalam bentuk kepanitiaan namun bisa dibentuk lembaga. Sehingga kelak tidak sebatas berbicara kenaikan kuantitas pendaftar yang bangga dengan angka-angka, namun lebih dari itu.

“Ini merupakan langkah awal yang baik untuk mencetak lulusan yang kelak menjadi generasi emas,” ucapnya, Rabu (23/1/2019).

Ia mengamanatkan, PTKIN hendaknya mampu memecahkan problem keumatan. Antara lain perlunya dicarikan dasar dari hadist terkait penceramah yang memiliki emosi yang tidak terkendali, dan problem sosial lainnya, semisal ujaran kebencian dan degradasi moral lainnya.

Untuk SPAN-UM PTKIN yang berkualitas, kata dia, mestinya menggunakan by design yang jauh hari sebelum seleksi dimulai, telah didahului dengan sinergitas antara kanwil dengan pihak ponpes dan madrasah. Hal itu dalam pencarian bibit-bibit unggul yang bisa dibanggakan, untuk generasi emas yang diperlukan dan untuk tetap menjaga tegak dan utuhnya NKRI.

Selain dihadiri oleh Kemenag, hadir pula Direktur PTKIN, juga para rektor dan wakil rektor, juga perwakilan mahasiswa Bidikmisi dari UIN SMH Banten dan UIN Syahida Jakarta, PT Pos Indonesia, serta perwakilan madrasah dan pondok pesantren.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama UIN SMH Banten Wawan Wahyuddin mengapresiasi atas peluncuran tersebut. Ini sebagai bukti perhatian pemerintah dalam hal ini Kemenag. Sebagai daya ungkit tanggung jawab dunia pendidikan tinggi keagamaan Islam, dalam menyiapkan generasi emas yang berkualitas.

“Serta sebagai wujud tanggung jawab atas mayoritas pendidikan Muslim terbesar di dunia, sekaligus sebagai awal mendesain proses pendidikan, sebelum memasuki jenjang perguruan tinggi,” ucapnya. (KB)