03 Des
32

Kunjungi Kedubes USA, TBI UIN SMH Banten Jalin Kerja Sama

Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengunjungi Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat beberapa hari yang lalu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin kerja sama pendidikan, antara jurusan TBI UIN SMH Banten dengan Kedubes USA.

Perlu diketahui, dalam kunjungan tersebut ikut serta Ketua dan Sekretaris Jurusan TBI, dosen dan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Sudah diketahui Kedubes Amerika Serikat yang berbasis di Jakarta merupakan kantor misi diplomatik Amerika Serikat untuk Indonesia. Pada praktiknya, sebuah misi diplomatik merupakan misi permanen sebuah negara di negara lainnya, karena itulah dibuat kantor perwakilan berupa kedutaan.

Ketua Jurusan TBI, Abdul Mu’in mengatakan, tujuan utama kunjungannya adalah untuk menjalin kerja sama pendidikan antara Jurusan TBI UIN SMH Banten sebagai realisasi dari tujuan visi UIN SMH Banten dan juga Jurusan TBI.

“Kami memilih Kedubes Amerika Serikat karena diakui atau tidak Amerika adalah pusat kebudayaan dan pendidikan dunia. Selain itu, kita juga sudah memiliki kerja sama dengan Regional English Language Office (RELO) yang merupakan salah satu devisi kerja yang ada di bawah Kedubes Amerika Serikat, yang bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Inggris,” tuturnya, Senin (19/11/2018).

Dari pertemuan kemarin, kata dia, banyak mendapatkan informasi tentang My America Jakarta (MAJ), yang menyediakan fasilitas yang luar biasa bagi pendidikan secara umum dan pendidikan secara khusus. Selain itu, sangat memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui media yang disediakan. “Kita juga memahami banyak tentang RELO dan program-programnya yang luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, satu hal yang juga menarik perhatian mahasiswa adalah tentang beasiswa-beasiswa pendidikan di Amerika. Peluang-peluang yang ada di universitas-universitas di Amerika Serikat baik yang bonafit maupun yang biasa. Serta jurus jitu untuk memilih universitas tersebut agar dapat diterima.

Hasil yang didapatkan dari pertemuan tersebut, ucap dia, terbukanya akses untuk mengunjungi situs MAJ dan juga untuk berkunjung ke MAJ kapanpun. Selain itu juga banyak informasi yang berkaitan dengan fasilitas pembelajaran, baik yang offline atau face to face maupun yang online. “Mereka juga siap melakukan pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan akademis seperti fellow ship, specialists, dan lain sebagainya,” tuturnya. (KB.online)