03 Okt
309

UIN Banten Adopsi Fikih Moderat Syekh Nawawi

Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengadakan seminar internasional bertema ‘Fikih Moderat dalam Pandangan Syekh Nawawi Albantani’ pada Selasa (25/9) di Hotel Le Dian, Kota Serang. Pematerinya, Prof Abdul Qodir Neffati dari Zaitounah University Tunisia, Muhammad Darwis As Syami dari Ma’had Fatah Damaskus Syiria, dan Ali Al Qusaibati dari Universitas Damaskus Syiria.

Dekan Fakultas Syariah H Yusuf Somawinata mengatakan, kegiatan ini berkaitan erat dengan keilmuan di lingkungan civitas akademika Fakultas Syariah. “Kita lihat bahwa fikih yang dibawa oleh sesepuh kita di Banten yakni Syekh Nawawi, kita anggap sebagai fikih moderat. Pemikirannya tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ekstrem sehingga cocok untuk diterapkan di kita terutama civitas akademika Fakultas Syariah UIN Banten,” katanya.

Menurutnya, fikih moderat dalam pandangan Syekh Nawawi itu penuh dengan toleransi dan menghindari hal-hal yang mengarah pada radikalisme. Syekh Nawawi merupakan putra Banten sehingga pemikirannya bisa diadopsi oleh masyarakat Banten terutama di lingkungan mahasiswa, dosen, dan lingkungan lainnya.

“Semoga civitas akademika Fakultas Syariah UIN Banten mampu mengadopsi pemikiran Syekh Nawawi, memiliki pemikiran yang luas dan moderat,” tuturnya.

Rektor UIN SMH Banten Prof Fauzul Iman mengatakan, sangat mengapresiasi seminar nasional ini. Menurutnya, fikih moderat dalam pandangan Syekh Nawawi tidak ekstrem. “Kita boleh berpikir tanpa membabi buta pada seseorang. Boleh berbeda dengan mazhab asalkan punya argumen yang kuat dan berdasarkan metode ijtihad. Itu yang patut jadi khazanah,” katanya.

Ia berharap, kegiatan ini membangkitkan semangat generasi muda untuk terus mempelajari dan mengadopsi pemikiran Syekh Nawawi. “Semoga kegiatan ini menjadi pemicu munculnya gerakan intelektual baru di kalangan generasi baru supaya mewarisi pikiran moderatnya Syekh Nawawi, baik di kampus, pesantren, dan lingkungan lainnya,” tutupnya.

Sebelum seminar berlangsung, Fakultas Syariah melakukan penandatanganan kerja sama dengan STAI Imam Syafei Cianjur, Jawa Barat, yang didirikan oleh orang Syria. Kerja sama yang dilakukan berkaitan dengan akademik, yakni penelitian, pertukaran dosen, dan mahasiswa. Selain itu, kerja sama itu dimanfaatkan untuk pendekatan bahasa Arab dan pemahaman Islam internasional yang dipelajari oleh mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa belajar di perguruan tinggi tersebut. (RB)