21 Agu
89

LP2M Pimpinan Ponpes Bumikan Moderisme Beragama

HumasUIN - Dengan mengangkat dua tema utama yaitu "Paradigma Moderasi Agama dalam Deradikalisasi Agama" dan "Islam Nusantara dalam Moderasi Agama Perspektif Majelis Ulama Indonesia", Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN SMH Banten mengadakan Workshop Deradikalisasi Agama Bagi Stakeholder Lembaga Keagamaan Islam. Acara yang dilaksanakan di Aula Rektorat ini menghadirkan dua pemateri yaitu kasbudit penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat Diktis Kemenag RI, Dr. Suwendi dan Wakil Sekretaris Komisi Kerukunan MUI Pusat, Dr. Abdul Moqsith Ghazali, Kamis (16/8).

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 50 peserta ini baru pertama kali dilaksanakan di kampus UIN dan dihadiri juga oleh para pimpinan pondok pesantren yang ada di Banten. Maskur mengatakan tujuan dilakanakannya acara ini adalah karena semakin maraknya tingkat radikalisme di masyarakat dan mulai meresahkan, perlu nya memberi pemahaman kepada masyarakat tentang arti pancasila dan pemahaman jihad yang sebenarnya.

"Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam menangkal faham radikalisme melalui pemahaman moderisme beragama didalam pondok pesantren," ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, pondok pesantren se Banten diharapkan mampu membumikan moderisme beragama yang diajarkan lewat pendidikan ajaran Islam yang moderat.

Dia mengatakan, ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan bekerjasama dengan pondok pesantren yang akan ditindaklanjuti dengan pendampingan atau pemberdayaan pesantren melalui program pengabdian berbasis riset dan pengabdian pendampingan komunitas di wilayah Banten.