01 Agu
217

UIN Banten Lepas 1.328 Mahasiswa Kukerta

HumasUIN - Sebanyak 1328 mahasiswa yang dibagi menjadi 74 kelompok mengikuti Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Aula Utama UIN SMH Banten. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Biro AAK ini dihadiri ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (GannasAnnar) MUI Banten, Deputi Penempatan BNP2TKI dan Asda 3 Kabupaten Serang, Rabu (1/8).

HS Suhaedi, selaku ketua pelaksana dalam kegiatan Kukerta 2018 tahun ini mengatakan, kukerta ini merupakan bentuk perwujudan dari kewajiban mahasiswa dalam proses pembelajaran dan ini dilaksanakan di semua kampus termasuk UIN SMH Banten. Dalam kegiatan ini mahasiswa akan diterjurkan langsung kelapangan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, agar mahasiswa mampu membaur dan mengerti apa saja persoalan yang banyak terjadi di masyarakat.

"Mahasiswa diharapkan mampu memahami masalah yang terjadi dimasyarakat, mahasiswa bukan sebagai penyelesai masalah tetapi hanya sebagai agen yang memfasilitasi masyarakat dalam menyelesaikan masalah," ungkapnya.

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang berbeda dari kukerta tahun sebelumnya, yakni penambahan jumlah peserta sebanyak 100 persen.

"Oleh karena itu, ada persoalan yang agak rumit dalam kukerta tahun ini yaitu pembagian mahasiswa perkelompok dan bagaimana mahasiswa mendapatkan tempat tinggal dengan jumlah yang begitu banyak ini, tapi persoalan ini akhirnya mampu diselesaikan dengan baik," ungkapnya.

Dasar pelaksanaan ini mengacu pada visi misi kampus UIN Banten dan tridarma perguruan tinggi yang salah satunya tentang pengabdian kepada masyarakat, Hal ini diungkapkan Teguh Sarwono, Kepala Biro AAK UIN Banten. Dia menjelaskan kegiatan ini bertujuan dalam rangka pengembangan wawasan dan pendalam pengetahuan dimasyarakat yang tidak didapatkan mahasiswa dilingkungan kelas.

Mahasiswa diharapkan mampu merealisasikan ilmu yang didapat dikampus, baik dalam penyampaian dalam bentuk pengajaran maupun kegiatan sosial. Mahasiswa harus mampu mengajak masyarakat saling bahu membahu dalam membangun desa sehingga menjadikan tempat kukerta itu sebagai tempat yang melahirkan potensi lapangan kerja yang besar.

"Mari kita kembangkan potensi yang ada didesa, baik bidang industri maupun hasil pertaniannya, kita bantu mereka untuk bisa mandiri sehingga menjadikan desanya desa yang mandiri," ungkapnya.