08 Jun
265

Rektor UIN SMH Banten: Alquran Sumber Inspirasi

SERANG, (KB).- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Prof. Dr. H. Fauzul Iman, MA mengatakan, Alquran harus menjadi sumber inspirasi dan motivasi umat Islam karena merupakan sumber kebenaran.

“Peringatan Nuzulul Quran ini sangat memotivasi bagi kita. Bahkan umat-umat non Islam juga sangat mengakui keilmiahan Alquran. Orang non muslim nalar ilmiahnya mengakui Alquran, tapi jiwanya belum,” katanya dalam acara buka puasa bersama dan Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Al-Hikmah UIN SMH Banten, Ciceri, Kota Serang, Kamis (7/6/2018).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong, serta seluruh civitas akademika UIN SMH Banten.

Fauzul Iman mengatakan, bukan hanya umat Islam yang mengagumi Alquran tetapi kalangan non Islam pun sangat mengagumi Alquran, meski kekaguman itu sebatas secara ilmiah yang tidak didasari keimanan.  Ia menuturkan, kekagumam itu karena Alquran merupakan satu-satunya kebenaran. Selain itu, dalam Alquran juga berbicara tentang kebangsaan. “Padahal ide kebangsaan belum muncul belakangan ini. “Silakan kaji, silakan pahami, silakan kroscek,” ucapnya.

Fauzul mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan dengan mengundang penceramah yang berbeda setiap tahunnya, seperti dari pakar agama, kiai dan ulama serta akademisi. Pada tahun ini, UIN mengundang Ketua Komisi VIII DPR RI yang menurut Fauzul telah membantu banyak dalam peralihan status dari IAIN menjadi UIN.

Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher mengatakan, proses turunnya wahyu sudah selesai yang terkandung dalam Alquran. Menurutnya, Alquran merupakan sumber inspirasi dalam mencari kebenaran. Sehingga saat ini yang harus dilakukan adalah bukan mencari kebenaran lain tetapi bagaimana menciptakan peradaban Islam yang tanpa kesenjangan dan kemiskinan.

“Alquran itu sumber inspirasi sumber kebenaran, sudah selesai. Yang belum selesai itu ialah mengatasi kesenjangan dan kemiskinan,” katanya.

Ia juga menyampaikan terkait proses peralihan status IAIN menjadi UIN yang terhitung sangat cepat yakni hanya dalam hitungan waktu 8 bulan saja. Ia mengaku saat ini dirinya sedang mempersiapkan berdirinya 7 STAIN di Indonesia yang 2 di antaranya berada di Banten. “Sekarang saya menginisiasi 7 STAIN baru dan dua di Banten, STAIN di Malingping dan Tigaraksa,” ucapnya.

Ia bersyukur meskipun ia pernah belajar di lingkungan non Islam tetapi saat ini ia bergaul dengan kalangan ulama dan kiai. “Saya bersyukur orang NTT orang Flores dapat istri di Ciruas dan berjuang bersama orang Banten,” ujarnya.