16 Mar
222

Terkait Aksi Penolakan Presiden, Rektorat UIN Adakan Konpers

HumasUIN - Rektor beserta jajaran rektorat UIN SMH Banten hari ini mengadakan konferensi pers terkait aksi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa didepan kampus UIN SMH Banten pada Rabu kemarin. Konferensi ini dilakukan karena kampus UIN sudah merasa resah karena selama ini kampus dijadikan markas untuk demo yang terkadang berujung dengan anarkis.

Wakil rektor tiga, Wawan Wahyudin mengatakan jika kami melihat bahwa peserta aksi kemarin didominasi oleh mahasiswa perguruan tinggi luar dan hanya sedikit mahasiswa UIN yang ikut dalam aksi kemarin. Pihaknya merasa dirugikan dengan aksi yang dilakukan mahasiswa luar karena yang dirugikan adalah kampus UIN.

"Kami merasa resah melihat aksi kemarin, karena yang kami tahu peserta aksi yang berujung anarkis kemarin lebih banyak dari mahasiswa kampus luar dan kampus kami yang merasa dirugikan," ungkapnya.

Dia mengatakan, kedepan pihaknya akan berkordinasi dengan wakil dekan tiga untuk mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa baik dari tingkat sema dema hingga kosma untuk memberi arahan untuk menjaga kondusifitas kampus.

"Ini adalah rumah kita, oleh karena itu mari kita ajak civitas akademika untuk menjaga ketentraman dan kenyamanan kampus kita sehingga kedepan kampus UIN dikenal lagi dengan kampus religi," ungkapnya.

Iin ratna sumirat mengatakan secara konstitusi demo itu merupakan hak semua orang tapi dengan catatan tidak mengganggu orang lain dan disampaikan dengan baik. Ada dua faktor yang menjadi alasan mengapa ditempat kita demo menjadi hal yang tidak disukai oleh masyarakat yaitu mengganggu keamanan dan membuat masyarakat tidak nyaman.

Dia mengatakan, pelaksanaan aksi sebenarnya boleh dan kami mendukung, tapi ada baiknya dilakukan dengan aksi yang damai dan disampaikan ditempat yang tepat pula.

"Sehingga kedepannya tidak ada yang merasa dirugikan baik pihak kampus UIN maupun mahasiswa," ungkapnya.

Kedepan kami akan kembali mengajak mahasiswa untuk mengembangkan dan membuat kampus UIN kembali ke kondisi akademis dan agamis sehingga kedepan kampus tidak hanya dikenal sebgai sarangnya demo.

Selain rektor dan wakil rektor, Konferensi pers ini dihadiri juga oleh wakil dekan tiga dari empat fakultas dan TPKM.