02 Jan
323

Puncak Dies Natalis ke-55, UIN Banten Gelar Jalan Santai

HumasUIN - Puncak perayaan Dies Natalis ke-55 Universitas Islam Negri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten gelar kegiatan jalan santai, di Kampus UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Kamis (21/12)

Peserta jalan sehat melaksanakan rangkaian kegiatan ini sekira 06:00 WIB dari Kampus UIN Banten dan kembali lagi pukul 08:30 WIB. Rektor UIN Banten Fauzul Iman beserta civitas akademika turut mengikuti jalan santai. Setelah itu, para peserta yang mendapat kupon diumumkan untuk dibagikan hadiah door prize seperti setrika, sepeda, payung dan kulkas.

Jalan santai ini merupakan puncak rangkaian Diee Natalis UIN Banten, sebelumnya sempat dihelat seminar internasional, seminar Nasional dan orasi ilmiah pada 14 sampai 21 Desember 2017.

Ketua Panitia Dies Natalis UIN SMH Banten ke-55 HS Suhaedi mengatakan Dies Natalis Banten tahun ini mencoba merancang kegiatan dan tahapannya yang berbeda. Karena m. rangkaian ini bertujuan sebagai bentuk publikasi berubahnya IAIN Banten menjadi UIN Banten.

“Ada juga penghargaan buat dosen terbaik, pegawai berdedikasi tinggi lalu ada mahasiswa berprestasi, dan tokoh paling berkontribusi di UIN Banten,” kata dia di Kampus UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Kamis (21/12).

Sementara itu Rektor UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten Fauzul Iman mengatakan Dies Natalis ke-55 ini sebagai bentuk kontemplasi dan mengevaluasi apa yang pernah dilakukan maupun terjadi di masa lalu.

“Hari ini apa yang sudah dilakukan perlu merefleksikan diri, untuk membuka ruang dan menyajikan
harapan ke depan dengan program lebih terukur dan berkualitas,” kata dia saat ditemui di ruang rektorat, UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Kamis (21/12).

Dipaparkannya, Dies Natalis ini untuk mengungkap hari lahir. Banyak mutiara-mutiara dan energi yang bisa dipetik sesuai dengan konteks yang ada. “Hari ini kita harus melakukan nuansa-nuansa baru lebih teruji,” ucapnya.

“Kondisi IAIN sekarang menjadi UIN tentu dengan mengambil dinamika masa lalu yang memiliki tekad kuat. Sampai sekarang masih tetap eksis, mereka (pendahulu-red) juga berjasa telah membangun IAIN,” katanya lagi.

Perubahan menjadi UIN ini, kata dia, harus disusul dengan peningkatan akreditasi yang tinggi, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana gedung yang harus memadai. (radarbanten.co.id)