22 Des
285

Perkembangan Teknologi Bagai Dua Mata Pisau

SERANG – Perkembangan teknologi bagaikan dua mata pisau. Bisa digunakan untuk kebaikan, juga bisa dipakai untuk keburukan. Hal itu dipaparkan oleh Marissa Haque Fauzi yang menjadi narasumber pada Seminar Nasional di Auditorium Prof Sjadzli Hasan, UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Rabu (20/12).

Ia menilai kemunculan teknologi itu penuh tantangan. Dua di antaranya, menurutnya, ada kebaikan dan ketidakbaikan. Ia melihat bila teknologi digunakan untuk perkembangan ekonomi, sangat erat dengan nilai tambah yang bisa dihasilkan.

“Masa depan yang mampu menjadi nilai tambah produk pasar di sekitarnya. Misalkan, memunculkan kuliner lokal dengan memanfaatkan teknologi,” ucapnya.

Memunculkan kuliner lokal tersebut, saran lulusan Universitas Gadjah Mada itu bisa melalui media sosial. “Bagaimana menyosialisasikan itu. Kan aku bukan orang Serang. Kalau mereka (luar Serang-red) suka, mereka datang ke sini minimal nginep sehari,” ujarnya.

Ia mengatakan memperkenalkan pernak pernik lokal seperti kain tenun Baduy bisa dipajang melalui media digital yang berkembang saat ini. Hal itu sebagai bentuk memanfaatkan digital di era masa kini.

Jika teknologi digunakan untuk kejahatan, ini yang harus menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, menurut Marissa, generasi muda bisa saja terkontaminasi oleh lingkungannya. Hal itu pun tergantung seberapa jauh tingkat kesadaran pengguna teknologi. Karena, marak sekali kejahatan di era digital seperti hoax, penipuan dan masih banyak lagi.

Ia menutup, untuk memupuk generasi muda yang sarat dengan teknologi, menurutnya harus menjaga secara bersama-sama ke arah lebih baik dengan mendekatkan lagi bersama orang-orang kreatif. (radarbanten.co.id)