22 Des
97

UIN Banten Lepas 900 Wisudawan

SERANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten melepas 900 wisudawan dan wisudawati dari program Sarjana dan Pascasarjana, di Auditorium Prof Kh. Sjadzely Hasan, Kampus I UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Sabtu (16/12).

Pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-22 dan Pascasarjana ke-10 ini terdapat dua wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mendapat pujian. Yaitu Durrotunnasiha dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Jurusan Tadris Bahasa Inggris dengan IPK 3,82. Sedangkan dari Pascasarjana diraih oleh Aap Tafriziyah Jurusan Ekonomi Syariah dengan IPK 3,72.

Hadir pada kesempatan itu Sekda Banten Ranta Soeharta, Kakanwil Kemenag Banten A Bazari Syam, dan civitas akademika UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Rektor UIN SMH Banten Fauzul Iman mengatakan wisuda kali ini menjadi yang pertama setelah beralih status IAIN menjadi UIN Banten. Artinya, ijazah yang saat ini dipegang oleh para lulusannya secara otomatis berubah menjadi akreditasi UIN.

“Mahasiswa sekarang menjadi mahasiswa UIN. Sesuai dengan perubahan itu, sudah sah menjadi sarjana UIN,” kata dia usai mewisuda para lulusannya di Kampus I UIN Banten, Kota Serang, Sabtu (16/12).

Dikatakannya, setiap masa ada transformasi masing-masing, dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa yang mendaftar semakin bertambah. Dengan akan bertambahnya fakultas umum, menurutnya secara kualitas tentu berdasarkan evaluasi, telah menunjukan adanya tahapan-tahapan kualitas.

Terlebih para dosen di kampusnya, harus mampu mengerjakan riset ilmiah. Bukan hanya menjalankan kerja harian sebagai tenaga pengajar, para dosen harus mampu mengatasi berbagai permasalahan dan persoalan yang bisa diaplikasikan untuk masyarakat.

“Nanti UIN tidak hanya soal agama, tapi ilmu teknologi. Bagaimana riset dikaitkan dengan agama dan bisa memecahkan persoalan-persoalan secara langsung,” ungkapnya.

Masih di tempat yang sama, Kakanwil Kemenag Banten A Bazari Syam mengatakan hal yang sama, wisuda kali ini merupakan wisuda luar biasa. Karena ada perubahan IAIN menjadi UIN. Ia berharap para lulusan UIN Banten mampu mewarnai pembangunan Banten secara keseluruhan.

Untuk dapat melompat lebih maju ke depan, tentu saja dengan pembangunan yang diimbangi dengan kultur Banten sebagai masyarakat religius. “Yang hanya memiliki itu UIN, mampu memenuhi harapan dan keinginan masyarakat Banten, yang dipercaya mampu melahirkan tenaga pendidik andal seperti agama, sekolah maupun madrasah,” kata dia.

Pesan dia pada wisudawan dan wisudawati, ilmu yang telah didapat di UIN pastinya harus diamalkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Nurhasanah, wisudawati PGMI sangat bangga menjadi bagian dari UIN Banten. Ia berharap ilmu yang sudah didapat bisa bermanfaat untuk masyarakat. Ia berucap terimakasih pada para dosen yang sudah memberikan ilmunya, tanpa dosen, ilmu tak akan mudah begitu saja didapat.

“Tentu saja ilmu yang saya peroleh, akan saya aplikasikan di dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar,” tukasnya. (radarbanten.co.id)