27 Okt
71

UIN Undang Romahurmuzy dalam Kuliah Umum

HumasUIN - Dengan mengambil tema "Indeks Keislaman : Kesalehan Ritual vs Kesalehan Sosial", hari ini UIN SMH Banten mengadakan Studium General yang mengundang Anggota DPR-RI Mochammad Romahhurmuzy sebagai narasumber.

Rektor UIN SMH Banten dalam sambutannya mengatakan ini kegiatan ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan setiap tahun sekali dan sudah memgundang beberapa tamu besar mulai dari politisi, pengamat politik hingga para ahli dan tokoh nasional seperti mahfud MD hingga Said Aqil Siraj. Dia mengatakan, dengan melihat permasalahan yang sering terjadi terlebih di bidang keuangan, sangat tepat bagi UIN Banten mengundang Muchammad Romahurmuzy sebagai narasumber dalam kuliah umum ini. "Narasumber ini sudah banyak menangani masalah terutama keekonomian, dan diharapkan bisa memberi bimbingan kepada kita agar mampu mengelola keuangan dengan baik," ungkapnya.

Studium General yang dilaksanakan di Aula Utama ini selain mengundang narasumber, juga hadir Kepala kanwil kemenag provinsi Banten Bazari syam Banten dan para wakil rektor dan dekan UIN SMH Banten.

Dia mengatakan kegiatan ini mengambil tema yang sesuai dengan kondisi saat ini dimana peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) harus selalu diperhatikan, konsep kesalehan sosial itu harus juga dimiliki setiap orang agar mampu memberi solusi jika terjadi masalah sosial di masyarakat. "Kesalehan ritual dan sosial harus selalu seimbang," ungkapnya.

Muchammad Romahurmuzy mengatakan perilaku Islami secara keseluruhan di Indonesia masih belum merata, ini terlihat dari masih banyaknya perilaku-perilaku buruk yang dilakukan oleh sebagian masyarakat seperti narkoba dan kejahatan lain. "Disinilah kita melihat pentingnya kesimbangan kesalehan ritual dan kesalehan sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif," ungkapnya.

Dia mengatakan, dua indeks yang dibahas dalam tema kali ini merupakan rumusan dari pemikiran dua guru besar muslim, dengan tujuan agar dimasa depan masyakarat muslim bisa membangun perekonomian dunia dengan menggunakan syariat Islam sebagaimana yang juga pernah dilakukan para masa khalifah.

Salah satu parameter dalam menentukan indeks keislaman dan meningkatkan perekonomian menurut dua guru besar yaitu Standar moral. Standar Moral dalam ekonomi Islam menitik beratkan aktifitas ekonomi bukan hanya tanggung jawab kepada pelaku atau kelompok bisnis, tetapi lebih daripada itu juga tanggung jawab kepada Allah SWT. Ini dijelaskan didalam Al-Quran surat Ar-Ra'd, penjelasan itu mengajak kita agar selalu menempatkan Allah Swt sebagai yang utama, dimana setiap tindakan kita dan apapun yang kita lakukan semuanya di dampingi oleh malaikat. "Dengan selalu mengingat jika kita diawasi oleh Allah swt, maka tindakan kita akan selalu kita jaga, bahkan takut untuk melakukan hal buruk.