03 Okt
2861

Pengetahuan Gender Untuk Mengurangi Diskriminasi

HumasUIN - Dalam Pelatihan Dosen Kurikulum Responsif Gender di lingkungan UIN SMH Banten, Dr. Susanto, M.A selaku narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI mengatakan pentingnya penyusunan kurikulum yang berperspektif gender karena fakta yang terjadi saat ini, banyak kasus yang bias gender terjadi.

Salah satu kasusnya adalah diskriminasi dan kurangnya ruang untuk perempuan dan anak dalam mengembangkan potensi diri. "Hal ini lah yang harus diperhatikan oleh kita terutama yang berada di dunia pendidikan, karena akses untuk menyampaikan pengetahuan mengenai gendernya lebih mudah, apalagi jika sudah masuk di dalam kurikulum mata kuliah," ungkapnya.

Dia mengatakan, dimasukkan kurikulum responsif gender ini sesuai dengan pasal 35 UU No 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi di mana kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi.

Dia juga menyampaikan beberapa prinsip pengembangan kurikulum responsif gender, seperti prinsip relevansi yang di dalamnya ada faktor internal dan eksternal, prinsip fleksibilitas, prinsip kontinuitas, prinsip praktis dan prinsip efektivitas.

Diakhir materi, Susanto mengajak para dosen menyusun pembagian target mata kuliah ke empat fakultas dan universitas seperti Fiqh Munakahat dan Ilmu Kalam Kontemporer di Fakultas.