03 Okt
2875

Kembangkan Kurikulum dengan Pelatihan Responsif Gender

HumasUIN - Menindaklanjuti sosialisasi gender yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, hari ini UIN SMH Banten kembali bekerjama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI mengadakan Pelatihan Dosen Responsif Gender di Lingkungan UIN Banten, Senin (2/10).

Rektor UIN Banten, Fauzul Iman mengatakan pelatihan ini merupakan kegiatan lanjutan dimana sebelumnya hanya berupa sosialisasi mengenai gender, kemudian untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan mutu kurikulum yang akan diterapkan di kampus nanti maka dilansanakan pelatihan dosen mengenai gender.

"Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan kesimpulan yang nantinya bisa membawa UIN menuju perubahan yang lebih baik lagi, sehingga nanti berguna untuk masyarakat luas," ungkapnya.

UIN SMH Banten merupakan kampus ke lima dari enam kampus yang ikut serta dalam mengembangkan program responsif gender, hal ini diungkapkan Sayuti kepala bidang kesetaraan gender KPPPA. Dia mengatakan akan ada beberapa program yang akan diterapkan dengan adanya responsif gender ini yaitu adanya MoU antara Kementerian KPPPA dengan enam rektor UIN, mengadakan workshop untuk menyamakan persepsi mengenai gender, mengadakan pelatihan dosen untuk kurikulum responsif gender hingga kedepan akan ada monitoring pelaksanaan penyampaian kurikulum gender.

"Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas dosen sehingga kedepan mampu menyampaikan dengan baik tentang gender ini," ungkapnya.

Setelah pelatihan ini, awal November 2017 akan diadakan monitoring dan evaluasi serta pendampingan oleh tim pakar kepada para dosen yang diamanati penyampaian kurikulum responsif gender, ini bertujuan untuk mengecek strategi belajar apa yang dipakai oleh dosen pengampu dan sejauh mana perkembangan pelaksanaan kurikulumnya.

"Serta membantu menyelesaikan hambatan yang terjadi ketika diberlakukannya kurikulum gender ini," ungkapnya.

Selain itu, dia menambahkan akan ada program lain yang akan dilakukan untuk mempermudah dosen dalam penyampaian kurikulum ini salah satunya membuat buku pegangan mengenai gender yang berisi pengertian hingga penerapannya sehingga penyampaiannya mudah diserap oleh mahasiswa.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua tiga hari ini mengundang beberapa pemateri dari internal kampus dan kementerian KPPPA seperti Dr. M. Maksum dan Dr. Susanto.