23 Sep
123

Fakultas Sains : Peringati Hari Badak dengan Webinar Pelestaian Badak

HumasUIN - Fakultas Sains UIN SMH Banten bekerja sama dengan Taman Nasional Ujung Kulon TNUK dan LSM badak Alabama Indonesia Lestari menyelenggarakan webinar Pelestarian Badak, sekaligus memperingati hari badak (The Rhino Day) yang telah di tetapkan oleh lembaga konservasi dunia WWF.  Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri yaitu Herry Trisna Afandi selaku Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Ujung Kulon, Asep Yayus Firdaus selaku pengendali ekosistem hutan TNUK dan Yosep Aulia Rahman sebagai direktur Alabama Indonesia Lestari.

UIN SMH Banten menjadi satu–satu nya kampus di Banten yang melakukan sosialisasi badak Jawa sebagai bentuk kepedulian badak bercula satu di Indonesia dan dunia. “Saya sangat apresiasi karena ini satu – satu nya kampus yang mengadakan kegiatan pengenalan badak Jawa,” ungkap Asep yayus Senin, (20/09).

Dia mengungkapkan badak jawa (Rhinoceros sondaicus) masuk dalam barometer satwa dunia RED List IUCN sebagai critically endangered, dan populasinya kurang dari 100 atau persisnya 75 ekor. Status critically endangered  yang diberikan menunjukkan bahayanya populasi badak jawa apabila tidak dilakukan upaya konservasi. Karena status tersebut hanya dua langkah menuju Extinct (kepunahan). "Oleh karena itu, berbagai upaya konservasi, dan sosialisasi diperlukan untuk mencegah kepunahan badak jawa. Sehingga badak jawa tidak sekedar cerita," ungkapnya.

Taman Nasional sendiri adalah Kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman Nasional Ujung Kulon memiliki Luas Kawasan Daratan dan Perairan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.3658 Menhut-VI/KUH/2014 tanggal 8 Mei 2014 tentang Penetapan Kawasan Hutan TNUK seluas 105.694,46 Ha di Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Dengan Tipe-tipe vegetasi yakni Hutan Pantai Hutan Mangrove, Hutan Rawa Air Tawar, Hutan Hujan tropis dataran rendah, Padang Rumput. Dan fungsi TNUK sendiri yang paling penting ialah sebagai penyangga kehidupan.

Pembahasan mengenai profil, infografis, history TNUK dijelaskan oleh Herry Trisna Afandi, Badak jawa yang didalamnya membahas karakteristik, perilaku, upaya konservasi dan lainnya di jelaskan oleh Asep Yayus Firdaus dan Yosep Aulia Rahman.

Turut hadir  Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Wawan Wahyudin. Dalam opening speech nya, Rektor UIN SMH Banten menyampaikan perlunya kerjasama lintas instansi dan kerjasama dengan perguruan Tinggi dalam pengelolaan hutan berbasis Biodiversitas dan Ekowisata. Follow up dari kegiatan ini, Fakultas Sains akan bekerjasama dengan TNUK untuk program riset, magang dan lain lain dalam rangka memenuhi MBKM. 

Webinar dilaksanakan secara blended (daring dan luring) dengan partisipan dari berbagai kampus baik dari Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN se Indonesia, juga diikuti oleh kampus PTN seperti dari Unsyiah, Aceh, USU Medan,ITERA Lampung, Untirta, sampai Universitas Sam Ratulangi, Manado.