15 Jun
356

UIN Banten Kembali Lakukan Kukerta Kolaborasi Nusantara

Humasuin - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengumumkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Nusantara dengan menggunakan konsep kolaborasi bersama Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) di Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan bersama banyak perguruan tinggi selain yang tergabung dalam PTKIN seperti Perguruan Tinggi Keagaamaan Katolik, Hindu dan Budha.

"Jadi, sebenarnya kukerta moderasi keagamaan ini di dalamnya ada Kristen, Budha, Katholik," ujar Masykur, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Banten.

Kukerta yang bertajuk "Moderasi Beragama" ini juga akan berkolaborasi dengan tujuh Kota besar di Indonesia. Diantaranya adalah Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Manado (Sulawesi Utara), Padang (Sumatera Barat), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Sorong (Papua Barat).

Kendati demikian, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN SMH Banten, Masykur mengatakan untuk pelaksanaan Kukerta hanya akan memilih lima kota sesuai pilihan mayoritas Mahasiswa.

"KKN kolaborasi digelar secara luring di tujuh kota tetapi yang akan kita pilih hanya lima, sesuai dengan pilihan mayoritas dari mahasiswa," katanya.

Dalam segi pembiayaan, Masykur melanjutkan, di Kukerta tahun ini pihak lembaga kampus hanya akan membiayai tiket pesawat pulang pergi dari Jakarta ke lokasi, Tes Rapid Antigen dan Asurasi Kesehatan.

"Kita dari lembaga hanya akan menanggung sepuluh orang untuk semua Kota, Kampus juga akan bantu tiket pesawat dan rapid test," katanya

Selain itu, Masykur juga mengatakan Kuota Kukerta kolaborasi Nusantara tahun ini hanya akan diberikan untuk sepuluh Mahasiswa/i. Walaupun demikian, lanjut Masykur, pihak kampus akan mengijinkan Mahasiswanya jika ada yang ingin mengikuti Kukerta Kolaborasi Nusantara dengan menggunakan biaya pribadi.

"Kuotanya untuk sepuluh Mahasiswa dan Mahasiswi, satu wilayah dua orang," ujar Masykur.

Ada yang berbeda dari Kukerta Kolaborasi Nusantara tahun ini. Jika sebelumnya Kukerta hanya dilaksanakan selama 30 hari, di tahun ini pelaksanaannya akan ditambah selama 45 hari. Oleh karena itu, dalam penentuannya Mahasiswa akan dipilih melalui seleksi pemberkasan dan wawancara. "Karena disana 45 hari sudah kesepakatan dan tidak bisa ditawar," jelasnya

Dari beberapa mekanisme yang sudah ditentukan Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Banten, Masykur menjelaskan, salah satu syarat untuk peserta Kukerta Kolaborasi Nusantara adalah Mahasiswa yang belum menikah.

"KKN kolaborasi tidak boleh mahasiswa yang sudah menikah, karena dikhawatirkan akan repot di sana," ujarnya.