04 Jun
210

Webinar Internasional Series: Reaktualisasi Integrasi Keilmuan di PTKI dalam Membangun Kedewasaan Be

HumasUIN - Setelah pelaksanaan Webinar Internasional sebelumnya, helatan kali ini merupakan penguatan kembali antara integrasi Islam dan Sains dalam International Webinar Series dengan bertemakan Integrations of Islamic Sciences Models in Higher Educationyang digelar pada rabu 03/06/21 lalu.

Kegiatan ini terselenggara antar dua negara, yaitu Malaysia dan Indonesia. Dari Malaysia sendiri diwakili Universiti Tun Husein Onn Malaysia (UTHM), sementara dari Indonesia selain UIN SMH Banten sendiri, turut hadir juga dari UIN Jember, UIN Tulungagung, Universitas Darussalam Gontor, IAIN Kudus dan STAI EZ. Muttaqien Purwakarta.

Rektor UIN SMH Banten Prof Fauzul Iman sebagai Keynote Speaker mengatakan, studi agama islam saat ini bukan hanya urusan tentang persoalan ketuhanan saja, tetapi mengalami trend pergeseran di mana sejarah manusia memiliki pola kehidupan terhadap alam, manusia dan tuhannya.

Tidak hanya itu, Rektor UIN Banten juga menyebutkan, bahwa konsep integrasi keilmuan sebetulnya telah dirumuskan oleh sejumlah PTKI berdasarkan tipologi yang unik dan khas sesuai arah perkembangan kelembagaan pendidikan.

“Saat ini sudah ada 17 Kampus besar UIN yang telah merumuskan terkait hal itu, termasuk di antaranya UIN Banten sendiri dengan konsep Paradigma keilmuan Integrasi-Komparatif-Difusi. Maksudnya, Ilmu agama dan sains dapat disatukan atau dileburkan  sehingga menghasilkan teori dan pengetahuan baru yang akan membawa manusia pada ketinggian intelektual dan kekayaan spiritual untuk memperoleh kebenaran,” tuturnya.

Dengan demikian, dia berharap, Kampus PTKI mestinya menjadi institusi penting dalam upaya mengawal perkembangan keilmuan Islam dan Sains, serta bisa menjadi pilot dalam membangun kedewasaan beragama.

Sementara itu, Halimi bt Mohd Khalid, Kepala Pusat Pengajian Umum dan Ko Kurikulum UTHM Malaysia mengatakan, relasi islam dan sains dalam konteks pendidikan justru selaras dengan falsafah pendidikan kebangsaan itu sendiri, di mana pencapaian pendidikan itu untuk melahirkan insan yang seimbang dan harmonis dari segi intelktual dengan rohani, emosi dan jasmani berdasarkan dan kepatuhan kepada Tuhan.

“Di Malaysia sendiri, usaha ini adalah bertujuan untuk melahirkan warganegara yang berlimu pengetahuan, berketerampilan, berakhlak mulia, bertanggungjawab dan yang terpenting adalah memberikan sumbangan terhadap keharmonian keluarga, masyarakat dan negara,” Jelasnya. (salim)