27 Mei
320

Hadiri Halal Bihalal UIN Banten, Dubes Palestina: Terima Kasih Indonesia

Humasuin - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun mengucapkan terima kasih kepada bangsa Indonesia yang memberikan bantuan kepada bangsa Palestina saat diperangi oleh zionis Israel.

Hal itu disampaikan Zuhair saat menghadiri halal bihalal ilmiah "Palestine Today: Indonesia-Palestine Relations" yang diselenggarakan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa (25/5), di aula kampus. Acara digelar secara terbatas antara lain dihadiri warga kampus dan alumni UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Asda I Pemprov Banten Septo Kanaldi mewakili Gubernur Banten Wahidin Halim,  perwakilan  Polda Banten, Korem MY Banten, dan MUI Banten. Acara itu juga diikiti secara daring oleh mahasiswa dan masyarakat.


"Kami sungguh melihat hubungan Anda semua bangsa Indonesia, bantuan atau segala upaya politik berupa diplomasi dan upaya hukum serta bentuk ekonomi untuk menggalang kekuatan, melawan kejahatan dan penindasan yang berkelanjutan ini di mana  Indonesia memiliki posisi penting di kancah dunia  internasional, di Asia dan dari PBB. Ini menjadi kekuatan penting bagi Palestina dan isu keadilan terhadapnya," ungkap Zuhair.

Zuhair yang berbahasa Arab melanjutkan, karenanya menjadi sangat urgen untuk melakukan berbagai upaya secara kolektif, secara bersama-sama, bahu-membahu mencari dan melawan berbagai bentuk penindasan. Secara singkat,  besaran kerugian yang ditimbulkan atas kebengisan Zionis kepada rakyat Palestina di seluruh wilayah, baru-baru ini telah menelan korban sebanyak 259 orang syahid, di antara mereka 69 orang anak-anak, 40 orang perempuan dan lanjut usia dan telah meninggalkan 8.000 orang korban luka luka. Belum lagi dengan tindakan pengusiran sehingga rakyat kehilangan  tempat tinggal.

"Karenanya saya katakan, rakyat Palestina di atas tanah Palestina yang sah akan tetap teguh dan tidak akan  meninggalkan Palestina tercinta, dan akan terus berupaya untuk mewujudkan masa depan dan kemerdekaannya dengan Alquds  sebagai ibukotanya. Kami menyeru  kepada imigran asal Palestina untuk kembali ke negeri mereka setelah mereka terusir akibat petaka Resolusi PBB Nomor 194," ungkapnya.

Menurutnya, masalah Palestina ini adalah isu yang sudah lama. Isu yang sudah memakan waktu selama berpuluh-puluh tahun, bahkan hampir satu abad. Tetapi bisa ditarik ke abad-abad yang jauh lamanya, selalu diperebutkan oleh berbagai kepentingan. Tetapi bangsa Palestina, betapa pun konspirasi politik global, dunia  internasional yang memojokkan Palestina, yang memberikan tempat yang lebih lapang bagi lawan-lawannya,  rakyat Palestina tidak akan menyerah,  akan terus berjuang untuk berupaya atas kemerdekaan Palestina.

"Dan kami rakyat Palestina menyampaikan rasa terima kasih kami atas seluruh dukungan, bantuan serta berbagai upaya yang dilakukan bangsa Indonesia untuk mendukung segala yang kita cita-citakan. Dan insya Allah anda semua, harapan kami akan bersalat di Masjid Al Aqsa. Terima kasih sekali lagi atas seluruh dukungan dan atau seluruh penghormatan yang diberikan kepada Palestina dan dari hati kami menyampaikan rasa takzim dan Indonesia selalu ada jantung hati kami." ungkap Zuhair.

Sebelumnya, Zuhair menjelaskan bahwa permusuhan ini dimulai dan terus terjadi dalam peringatan 73 tahun petakanya yaitu petaka karena kezaliman historis yang menimpa bangsa Palestina. Ini disebabkan karena politik konservatif antara negara-negara Eropa dan Amerika Serikat dengan memberikan tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi untuk mendirikan negara baru di atas tanah yang telah dihuni oleh bangsa Palestina selama lebih dari 6.000 tahun lamanya. Pihaknya menganggap isu Palestina menjadi diskursus yang paling panas di dunia internasional saat ini. Sementara rakyat Palestina masih menderita akibat aneksasi, pembunuhan, perusakan, serta penguairan. Inilah  hal-hal harian yang menjadi pemandangan sehari-hari yang sedang dihadapi oleh rakyat Palestina.

Palestina adalah tanah risalah langit yang diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Kitab sucinya. Dan karenanya kekuatan imperialis memiliki intensitas tinggi untuk menjajahnya sejak lama  mulai dari Perang Salib, kedatangan Napoleon Bonaparte, serta pendudukan Inggris Raya yang menjanjikan balfour kepada zionis untuk mendirikan negara baru  di tanah Palestina itu sendiri.

Saudara saudaraku sekalian dan hadirin yang terhormat, kata Zuhair, rakyat Palestina teguh dan meneguhkan sekali lagi bahwa mereka adalah bangsa yang satu dan bersatu pandangan, memiliki hak di atas tanah Palestina secara historis, di atas tanah Daffa Barat, di atas jantung kota Alquds As-Syarif, di atas Jalur Gaza, dan di  Green Line. Bangsa Palestina dipersatukan oleh Alquds Aa-Syarif, ibu kota  abadi dan penjaga negeri yang suci. Palestina dengan segala kesuciannya, baik masjid al-Aqsa maupun Gereja Alqiyamah. memproklamirkan kepemilikannya secara abadi oleh bangsa Arab muslim maupun Kristen. Karenanya berkorban demi menjaga Palestina adalah suatu yang wajib. "Hari-hari ini Zionis Israel telah mencaploknya secara ilegal dengan mental pengecut, membunuh anak-anak,  menteror warga serta mengusir mereka dari tempat tinggal mereka. Karenanya wajib bagi kita untuk bekerja keras mengatasi kezaliman ini untuk terbebas dari berbagai aneksasi dan imperialisasi dalam segala bentuknya," ungkap dia.

Menurutnya, rakyat Palestina yakin atas historisitasnya. Di atas haknya di tanah Palestina, sangat yakin akar geneologisnya yang berasal dari Palestina dan Tanah Suci AlQuds yang diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana dalam firman Allah yang artinya, Di antara orang-orang mukmin itjvada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan merak sedikit pun tidak mengubah (janjinya).

"Kami sama sekali dan tidak akan takut kepada senjata pembunuh dan perusak milik Israel meski rakyat kami mencintai hidup  sebagaimana cinta mereka kepada Alquds dan mereka menaruh harapan masa depan mereka padanya, pada negerinya,  dan negaranya yang merdeka. Mereka mengorbankan darah , mengerahkan berbagai perlawanan, mengorbankan segala yang mereka punya demi terwujudnya kemerdekaan dan kembalinya negeri Palestina," ungkap Zuhair.

"Allah memberi kami nikmat dengan menjadikan kami  penjaga tanah Palestina di jantungnya kota Alquds. Allah juga telah memberikan kami keteguhan sehingga kami menjadi bangsa yang melawan, menghadapi pencaplokan imprealis dalam kurun waktu yang panjang. Dan inilah yang jadi masalahnya.  Penjajah melakukan penindasan namun  tidak pernah dijatuhi sanksi  apapun, tetapi malah dibela, diberikan pembenaran, dan bahkan didukung penuh. Kami berperang bukan karena kami suka membunuh, tetapi kami mempertahankan diri, mempertahankan tanah kami yang suci, menjaga kehormatan bangsa seluruhnya," ungkap Zuhair.