28 Apr
117

Warek I Lantik Ormawa

Dema Univesitas, Sema Univeritas dan 12 pimpinan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi dilantik oleh Wakil Rektor I UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof. Ilzamudin Ma’mur pada Selasa 27 April. Pelantikan yang dihadiri kepala biro AAKK ini dilaksanakan di Aula Syadeli Hasan lantai dua. (27/4)

Ketua Umum FORMASI, Hafidz Faudzani sekaligus Ketua Forum Silaturahmi UKM 2021, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan yang terlaksana adalah tanda dimulainya sinergi dan keterbukaan antara mahasiswa dan pihak lembaga kampus.

Menurutnya, keharmonisan kehidupan kampus bisa tercipta melalui komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pihak lembaga kampus sebagai fasilitator. Ia berharap, pihak Kampus tahun ini lebih bisa terbuka dalam beberapa persoalan, terlebih menyoal penggunaan dana dan anggaran kegiatan kampus.

“Komunikasi dan keterbukaan pihak lembaga itu penting. Apalagi dalam persoalan dana kegiatan,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN SMH Banten, Prof. Ilzamudin Ma’mur menyoroti degradasi kepemimpinan yang dialami mahasiswa akhir-akhir ini. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menerapkan nilai leading figure yang menjadi jargon UIN Banten selama ini, yaitu spiritualisme, intelektualisme, dan profesionalisme.

“Mahasiswa sebagai Ormawa harus menerapkan tiga nilai leading figure yaitu, spiritualisme, intelektualisme, dan profesionalisme.”

Leading Figure tersebut menurutnya sangat relevan untuk diterapkan di era modern seperti saat ini. “Karena niat yang baik, tujuan yang baik, Allah Akan melindungi kita dengan kebaikan,” ujarnya saat memberikan sambutan di pelantikan ketua UKM

Selain itu, dalam implementasinya Ormawa hari ini menurutnya harus bisa menjadi wadah aspirasi dan tempat bagi mahasiswa dalam menyampaikan gagasan dan kreativitasnya.

“Untuk ketua SEMA, DEMA serta UKM harus lebih visioner serta mampu mewakili gagasan dan aspirasi. Tapi harus memelihara realistis yang ada,” ungkapnya

Ia berpesan kepada seluruh ketua Ormawa yang sudah dilantik agar tetap menjaga keberanian dan kejujuran selama menjabat sebagai seorang pemimpin.

“Kejujuran menjadi sangat penting dalam hal apapun. Sesuatu yang diperoleh dengan perjuangan yang sulit layak dipertahankan dan tentu saja ketika turun tidak layak diturunkan dengan kenistaan,” katanya. (LPMSiGMA)