08 Apr
922

MBKM Buka Kontribusi Nyata Dosen Bagi Permasalahan Pendidikan

HumasUIN - Jajaran Pimpinan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mulai dari Rektor, para wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat, para Ketua Lembaga, para Dekan, iektur dan Wakil Direktur Pascasarjana, para Kepala Biro, para Dekan Fakultas, Kasubag dan para staf mengikuti Rapat Kerja dan Evaluasi Program Kerja Tahun 2021 bertempat di Hotel Mercure BSD (5/4).

Ketua Senat UIN Banten, Tihami dalam materinya mengatakan peran pemimpin dalam hal ini Rektor sangat penting dalam mengatur segala hal dalam pembangunan kampus, baik dalam Pendidikan maupun kependidikannya. Rektor bukan hanya sebagai pimpinan dosen tapi juga sebagai pimpinan tenaga kependidikan. “Rektor harus mampu menjadi pengatur organisasi yang mampu bergerak dalam segala bidang pembangunan,” ungkapnya.

Dia mengatakan kedepan siapapun yang menjadi pimpinan perguruan tinggi harus bisa memimpin UIN Banten sebagai perguruan tinggi, dengan cara merencanakan, mengorginisir, melaksanakan, mengendalikan, mengambilkan kebijakan, mengambil keputusan, dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilaksanakan oleh UIN Banten, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, dalam rangka mencapai visi yang dikembangkan dan melaksanakan misinya dengan tatakelola yang baik (Good University Governance-red) agar melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Dia juga menyinggung dua point yang akan dibahas oleh narasumber pada raker tahun ini yaitu tentang program baru yang dilakukan oleh pemerintah yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan tentang Integrasi Keilmuan.

Yusni Tarigan Sub Koordinator Karier Pendidik Wilayah III Direktorat Sumber Daya Ditjen Dikti dalam materi mengenai Kebijakan Pengembangan Karir Dosen mengatakan Dosen merupakan salah satu komponen esensial dalam suatu sistem pendidikan di perguruan tinggi. Dosen mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional dalam bidang pendidikan sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sehingga perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat.

Dia mengatakan ada beberapa kebijakan yang dicanangkan Kemendikbud yang menjadi program unggulan untuk para pendidik maupun peserta didik, salah satunya program MBKM. Program ini memberikan kesempatan bagi para dosen untuk mengabdi kepada masyarakat. Selain itu, MBKM membuka peluang untuk dosen berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Melalui Kampus Mengajar, perguruan tinggi dapat memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang bakal diganjar insentif oleh Kemendikbud,” ungkapnya.

MBKM juga membuka keleluasaan dosen untuk memberi kontribusi nyata bagi permasalahan pendidikan khususnya masa pandemi ini, memberikan kesempatan dosen lintas prodi untuk berkolaborasi dengan mahasiswa, sekolah dan guru dalam pengembangan pendidikan.