24 Feb
308

Menag : UIN SMH Banten, Kolaborasi Prajurit dan Ulama

Menteri Agama (MenagFachrul Razi menyampaikan sejarah panjang UIN SMH Banten yang menurutnya merupakan kombinasi antara prajurit dan ulama.

 “UIN Maulana Hasanuddin Serang Banten ini unik. Karena dalam sejarahnya didirikan kombinasi antara prajurit dan para ulama kiai saat itu. Bermula dari Fakultas Syariah “Maulana Yusuf” yang didirikan oleh masyarakat dan tokoh agama Banten bekerja sama dengan Korem 064 Maulana Yusuf,” ungkap Menag dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-58 UIN SMH Banten secara virtual.

Menag mengatakan sejarah UIN SMH Banten dimulai dari 58 tahun lalu, dengan bentuk awal sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Waktu itu, ucap Menag, KH Ali Misri, seorang ulama dan sesepuh masyarakat Banten diminta untuk melakukan survei ke IAIN Yogyakarta melengkapi masukan bagi pembangunan Sekolah Tinggi Islam di Banten yang kemudian menjadi cikal bakal UIN SMH Banten.

“Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, ulama dan kiai terbukti secara historis sangatlah kuat dalam membangun dan mengembangkan pendidikan islam di Indonesia,” ucap Menag dikutip dari laman resmi Kemenag.

Kerjasama semacam ini yang menurut Menag menjadi hal yang menguatkan pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Saat ini, menurut Menag, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi juga serius untuk mendorong pengembangan PTKIN. 

“Bahkan ada satu yang langsung didorong menjadi universitas Islam kelas dunia yang berada di depok, yakni IIIU (Indonesia International Islamic University),”

Menag menambahkan, saat ini terdapat 17 UIN di Indonesia dan akan segera bertambah. Ia menyebut ada enam PTKIN yang sudah mengantongi izin prakarsa dari Menpan-RB dan izin prinsip dari Mensesneg untuk segera bertransformasi menjadi UIN.

Yakni, IAIN Jember, IAIN Surakarta, IAIN Purwokerto, IAIN Samarinda, IAIN Tulungagung dan IAIN Bengkulu. 

“Kini, ke enam PTKIN tersebut perlu kami laporkan tinggal menunggu turunnya Perpres dari Bapak Presiden,” tuturnya. 

Dalam orasinya, Menag juga mengapresiasi perkembangan pesat yang terjadi dalam pengelolaan UIN SMH Banten.

“Meskipun masih berusia tiga tahun setelah menjadi UIN, kampus yang berada di Provinsi Banten ini tercatat mengalami perkembangan sangat pesat,” kata Menag.

Hal ini menurut Menag dibuktikan salah satunya dengan pembangunan gedung-gedung yang dibangun dengan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) plus yang semula merupakan projek dari IDB 6in1 (Six in One).

“Ini (6in1) dilakukan untuk mendukung pengembangan Kampus UIN Serang Banten. Di samping bangunan fisik, kualitas pendidikan juga telah berkembang sesuai harapan,” ungkap Menag