08 Sep
186

Milad ke-7, HMJ IAT Adakan Santunan Anak Yatim

HumasUIN - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Alquran dan Tafsir menghadirkan Walikota Serang dalam rangka membuka acara Milad HMJ IAT yang ke-7. Selain memberikan sambutan, pada kegiatan milad yang dilaksanakan di Aula Utama ini Walikota Serang juga turut serta dalam memberikan santunan kepada anak yatim piatu, Kamis (3/9).

Dekan Fakultas Ushuluddin Udi Mufradi mengatakan dengan kondisi pandemi yang semuanya serba terbatas ini tidak menyurutkan eksistensi mahasiswa dalam mengembangkan ide dan kreasi serta nilai-nilai kesolehan sosial guna membantu antara sesama.

“Santunan anak yatim perlu kita langgengkan, agar mereka bersama sama bergembira, apalagi kita memasuki bulan Muharam ini, berbagi kebahagiaan adalah hal yang perlu ditanamkan pada pribadi-pribadi mahasiswa yang cerdas,” ungkapnya.

Dia menambahkan kegiatan milad di masa pandemic ini tentunya sesuai dengan protokol Kesehatan, terbukti ruangan aula hanya di isi 50 orang saja.

Rektor UIN SMH Banten, Fauzul Iman dalam sambutannya mengatakan bahwa tak dapat dipungkiri, sarjana ilmu Al-quran dan tafsir penting adanya. Dimana, sarjana ilmu Al-quran dan tafsir dapat mengupas dan menyampaikan tafsiran al quran secara baik dan sesuai, tanpa menyudutkan ataupun mendiskriminasi kelompok tertentu. Karena pada hakikatnya, semua hidup dalam kemanusiaan yang saling ketergantungan.

“Al-quran merupakan sumber semua ilmu. sayangnya, sarjana tafsir Indonesia belum bisa menemukan titik temu antara pengetahuan ilmiah dan alamiah dengan ilmu al quran. Yang membuka tabir ilmu ilmiah dan alamiah justru adalah orang yang bukan dari golongan kita (nonmuslim-red). Maka sudah selayaknya kita juga bisa mengeduk ilmu pengetahuan seperti fisika, biologi, astronomi, geografi dan lain lain agar sesuai dengan tuntunan Al-quran dan tafsir,” ungkapnya.

Walikota Serang, Syafruddin mengapresiasi acara milad HMJ IAT yang ke-7 ini, dimana acara ini tidak hanya sekedar ceremonial tapi juga ada nilai sosialnya dengan Santunan anak yatim piatu.

“Dalam kondisi pandemi ini, saya mengapresiasi mahasiswa yang tetap beraktifitas dan terbatas pandemi. Saya berharap, mahasiswa bisa berinovasi untuk masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, terutama di masa pandemi ini. Karena kita semua mengharapkan pembelajaran tatap muka dapat segera dilaksanakan di sekolah sekolah, tanpa memperluas penyebaran virus corona ini. (Uib/Hilmi)