03 Sep
641

Ma'had al-Jamiah Mewisuda 37 Mahasantri

HumasUIN - Sebanyak 37 mahasantri Ma’had Al-Jamiah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengikuti wisuda yang dilaksanakan di Aula Sjadeli Hasan. Wisuda yang dilaksanakan dengan mengikuti protokol Kesehatan ini selain dihadiri jajaran rektorat, juga menghadirkan filsuf, akademisi sekaligus intelektual publik Indonesia Rocky Gerung sebagai pengisi orasi ilmiah, Selasa (1/9).

Direktur Ma’had, Aang Saeful Milah mengatakan ini merupakan wisuda kedua yang dilaksanakan Ma’had yang juga berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tahun ini wisuda dilaksanakan di aula yang ukurannya lebih besar dan hanya dihadiri tidak lebih dari tujuh puluh orang dengan mengikuti protokol Kesehatan.

Dia mengatakan mahasantri yang mengikuti wisuda tahun ini adalah mereka yang mampu dan dianggap sudah menyelesaikan pelajaran yang ma’had berikan. “Dari 43 mahasantri yang masuk, hanya 37 mahasantri yang kita wisuda dengan beberapa tahapan yang harus mereka lewati,” ungkapnya.

Mahad al-Jami’ah membagi mahasantri menjadi dua kelas yaitu mubtadi yang berisi mahasantri yang sebelumnya tidak pernah merasakan Pendidikan di pondok pesantren dan kelas mutawasith dengan diisi mahasantri yang sebelumnya pernah tinggal dan mengambil Pendidikan di pondok pesantren.

Dia menambahkan, ada tiga tahapan yang dilewati mahasantri sebelum ditetapkan lulus pada yudisium dan akhirnya diwisuda yaitu mahasantri harus hafal hadits Arba’in, menghafal lebih dari 400 kosakata baik dalam Bahasa inggris maupun Bahasa arab dan hafal juz 30.

Rektor UIN SMH Banten, Fauzul Iman dalam sambutannya mengatakan sudah dua tahun ini mahad berdiri yang saat itu bersamaan dengan berubahnya status IAIN menjadi UIN dengan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi. Banyak hal yang sebelumnya menjadi pertimbangan ketika terbentuknya ma’had ini, salah satunya dipilihnya Aang Saeful Milah sebagai direktur mahad. Rektor sebelumnya kesulitan mencari pimpinan untuk membangun ma’had tanpa pamrih dan tidak mencari apa-apa selain pengabdian.

“Dengan berbagai kemampuan penguasaan ilmu agamanya, itu kita dapatkan di direktur yang sekarang. Beliau mampu membangun dan membagikan ilmunya tanpa banyak pertimbangan dan ikhlas membangun mahad hingga seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, susksesnya para santri yang akan diwisuda ini merupakan salah satu prestasi yang belum tentu diraih mahasiswa lain, karena disini mereka mendapatkan pendidikan dobel yaitu pendidikan s1 dan disisi lain mereka mendapatkan pendidikan sebagai santri.
“Kesempatan mendapatkan pendidikan regular dan pendidikan agama ini jarang didapatkan oleh yang lain. Oleh karena itu, setelah menyelesaikan Pendidikan ini para wisudawan diharapkan mampu menyalurkan ilmunya kepada masyarakat melalui pengabdian,” tambahnya.

Selain prosesi penyematan dan pemberian map tanda kelulusan, wisuda kali ini diisi orasi ilmiah yang disampaikan oleh Rocky Gerung dengan mengangkat tema “Santri Cinta Agama, Ilmu dan Negeri”.

Rocky Gerung memuji tradisi di Mahad al-Jamiah, yang setiap acara wisuda menerbitkan 2 buku karya mahasantri. Dimana pada wisuda kali ini, Mahad al-Jamiah menerbitkan buku dengan judul, "Agama dan Kebaikan". Buku keduanya dengan judul "Covid 19, Pendidikan dan Moderasi Beragama".