01 Sep
108

Tingkatkan Angka Kredit Dosen dengan Diklat

HumasUIN - Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat bekerjasama dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan pelatihan kerja sama dan pelatihan teknis penilaian angka kredit dosen. Kegiatan yang dihadiri rektor, kepala biro dan Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Kemenag RI ini dilaksanakan selama lima hari mulai dari 31 Agustus hingga 4 September 2020, Senin (31/8).

Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi, Rudi Subiantoro mengatakan ada empat dasar hukum yang menjadi acuan pada kegiatan ini yaitu ini UU no 5 tahun 2014, UU no 17 tahun 2020 perubahan dari 11 tahun 2011, PMA No 19 tahun 2020 dan SK Badiklat Kemenag no 46 tahun 2012.

Dia mengatakan kegiatan ini bertujuan sebagai pemicu agar para pengelola lembaga khususnya di lingkungan Kementerian Agama mampu meningkatkan potensi diri dalam bidang kerjasama baik dengan lembaga lokal, nasional maupun internasional serta kredit point penilaian dosen maupun tenaga kepedidikan meningkat dengan pesat.

"Dengan pelatihan ini kita harusnya bisa melihat problem apa yang terjadi dilingkungan kampus sehingga banyak kekurangan yang mestinya bisa menunjang peningkatan kampus seperti lambatnya penambahan guru besar. Oleh karena itu, dengan dilakukannya pelatihan-pelatihan seperti ini diharapkan mampu menjadi langkah awal mengingkatkan potensi dan kemampuan diri," ungkapnya.

Rektor UIN SMH Banten Fauzul Iman mengatakan angka kredit merupakan satuan nilai dari tiap butir kegiatan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang dosen dalam rangka pembinaan karir kepangkatan dan jabatan.

“Dalam petunjuk teknis yang yang di susun pada UU dan PMA yang baru, setiap karya ilmiah memiliki tingkatan dan angka kredit yang berbeda, dan perlu pemahaman dosen dan tendik terkait perubahan ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan dengan pelatihan ini harus ada peningkatan potensi diri dari pada dosen dan tenaga kependidikan agar semuanya menjadi lebih professional lagi.