10 Mar
72

UIN Banten Tanamkan Critical Thinking kepada Mahasiswa Pascasarjana

HumasUIN - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menanamkan critical thinking atau berpikir kritis kepada mahasiwa program pascasarjana di era Revolusi Industri 4.0. Mahasiswa sebagai insan akademis jangan sampai menelan mentah-mentan setiap informasi yang diterima dan meneruskan kembali informasi itu kepada publik meski belum diyakini kebenarannya.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Naf’an Tarihoran di sela-sela orientasi mahasiswa baru magister dan doktor, Jumat (14/2). Salah satu narasumber pada acara tersebut yaitu Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman tentang Perguruan Tinggi Islam dan Revolusi Industri 4.0.

“Jangan sampai semua informasi yang diterima langsung di-forward tanpa ditelaah terlebih dahulu kebenaran dan sumber asal informasi itu,” ungkapnya.

Begitu pula informasi atau sumber referensi yang diperoleh dari mesin pencari di internet, lanjut dia, haris di cek dan ricek lagi. Cari dan gali kembali dari sumber asalnya. Apalagi akan dijadikan sebagai referensi tulisan.

Masih dalam kaitan Revolusi Industri 4.0, menurut Naf’an, mahasiswa yang saat berada di era digital harus mengikuti perkembangannya, khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan atau akademis. Seperti tentang internet of things (IoT), artificial intelligence (kecerdasan buatan), dan big data.

“Namun ada hal lain yang tidak bisa digantikan oleh teknologi yaitu nilai-nilai kejujuran, keimanan. Ya, nilai nilai sidik, amanah, tablig, dan fatonah,” ungkap Naf’an. Hal itu, lanjutnya, juga tidak kalah penting untuk ditanamkan kembali kepada mahasiwa.

Masa orientasi mahasiwa baru program pascasarjana hari ini diikuti oleh 73 mahasiswa magister dan 24 mahasiswa doktoral. Sabtu (15/2) akan digelar kuliah umum dengan narasumber Gubernur Banten Wahidin Halim.