10 Mar
60

UIN Banten Hadirkan Dahlan Iskan, Mahasiswa Dianjurkan Berbisnis Sejak Dini

HumasUIN - Ma’had Al-jamiah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB) menggelar Kuliah Umum dengan bertajuk “Membangun jiwa entrepeuner di kalangan mahasantri UIN SMHB,” dengan mengahdirkan narasumber mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Dirut Perusahaan Listrin Negara (PLN) era Susilo Bambang Yudiyhono (SBY), Dahlan Iskan, diselenggarakan di aula Rektor lantai III, Rabu (19/2/2020).

Dahlan mengatakan, dalan membangu jiwa berbisnis perlu adanya proses penularan, bukan pendidikan. Setidak-tidaknya, sebelum anda menemukan siapa yang dapat ditulari, temukan siapa yang bisa tertular.

“Bukan ketularan yang jelek-jelek, tapi dengan cara memiliki sifat terbuka, dan proses latihan itu harus merugi, berlatih jualan kecil-kecilan misalkan. Tidak jadi masalah dapat untung kecil, yang berharga itu pengalamannya,” katanya.

Apabila ketika kuliah selama dua semester sudah mencoba berbisnis, menurut dia, sama saja setara dengan 8 semester belajar ilmu manajemen entrepeunership.

“Bekerja atau berkarier itu tidak harus nyambung sesuai prodi kuliah, belajarlah sesungguh-sungguhnya. Pahit diawal itu perlu, nanti ketika bekerja baru kalian jalin relasi seluas-luasnya,” ujarnya.

Pria yang pernah mengenyam sebagai wartawan ini pun berpesan, hidup ini begitu luas, jangan pikirkan apa itu prodi yang kamu emban di kuliahmu. Tapi pikirkan kemaslahatan umat, apakah sudah bermanfaat.

“Contohnya saya, lulusan pesantren disuruh pimpin PLN pada era SBY, baru tiga bulan diangkat jadi Menteri BUMN. Setelah itu menjadi wartawan, mengajar jurnalistik, berbisnis, kemudian kembali lagi mengurusi pesantren,” ujar Dahlan Iskan.

Disinggung soal program Menteri Pendidikan yang bernama ‘Kampus Merdeka’, Dahlan menganggap kurang relevan. Pasalnya, karena dalam penetapan regulasinya masih belum rampung.

“Sistem Kredit Semester (SKS) nya juga yang diubah belum sempurna secara teknisnya, kalau diubah dari jam belajar menjadi jam kegiatan kan jadi berubah makna dan pengertian. Belum lagi kegiatan mahasiswa diluar kampus selama 3 semester itu, magang kurang cocok kalau di pabrik-pabrik. Tapi lebih pas untuk semua jurusan ditempatkan pada bidang usaha, wiraswasta, wirausaha, entrepeuner dan sejenisnya,” ucapnya.