29 Jan
386

Awal 2020 UIN Banten Bangun Tiga Gedung

HumasUIN – Menteri Agama RI, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan lima rektor yang tergabung dalam “Project 6 in 1” menyaksikan Penandatanganan Bersama Kontrak Kontruksi Proyek Peningkatan Sarana Prasarana 6 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Kontrak yang dilaksanakan di ruang rapat Menteri Agama bertujuan untuk peningkatan mutu PTKIN dengan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana baik dalam pelayanan mahasiswa maupun kegiatan belajar mengajar, Senin (27/1).
Sebelum pelaksanaan Kontrak diruang Menteri Agama, enam PTKIN yang masuk dalam proyek ini mengikuti Focus Group Discussion (FGD) tentang pembahasan akhir tentang draft kontrak pembangunan gedung infrastruktur project 6 in 1 PTKIN Kemenag RI yang dilaksanakan di Hotel Gren Alya Jakarta. FGD ini menghadirkan Dirjen Pendis, Direktur Pendidikan Tinggi Islam dan ahli kontrak guna menyamakan persepsi dan membahas permasalahan yang sering terjadi dalam pembangunan pro
yek.
Menteri Agama RI, Fachrul Razi mengatakan jika proyek 6in1 ini dilakukan dengan banyak tahapan dari mulai pengusulan, persetujuan pendanaan oleh Islamic Development Bank (IDB), yang kemudian dialihkan pembiayaannya ke Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) hingga penandatanganan kontrak kontruksi.
“Proyek ini sudah disiapkan lama, bahkan sejak 2015 lalu. Saya yakin segala kendala yang telah dilewati adalah cara Allah SWT, memberi kesempatan kepada kita semua para pengemban amanah, untuk kembali mengucap dan meluruskan niat. Insyaallah perjalanan panjang ini memberi hikmah dan mematangkan kita semua," ungkapnya.
Menag menegaskan, rektor merupakan ujung tombak dari eksekusi proyek ini dimana para rektor under the spotlight, dipandang oleh semua orang. Kinerja para rektor menentukan nasib institusi Pendidikan yang anda pimpin.
“Pantau dengan baik, turun ke lapangan secara periodik. Mohon diingat, keberhasilan atau kegagalan anda mengelola proyek ini secara langsung akan mempengaruhi kepercayaan pemerintah terhadap Kementerian Agama untuk mengelola proyek dan program sejenis di masa yang akan datang. Laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap Fachrul Razi.
Kepada para penyedia, Menag berpesan agar melaksanakan pengerjaan konstruksi dengan sungguh-sungguh tanpa harus merasa terbebani dan berhutang budi kepada jajaran Kementerian Agama. Empat penyedia yang terpilih menurut Menag telah melalui proses lelang yang adil dan sesuai dengan ketentuan.
"Perusahaan Bapak-Bapak itu terpilih oleh panitia karena dianggap sudah memenuhi syarat dan paling baik. Tidak ada campur tangan Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Dirjen, Irjen ataupun jajaran dari Kementerian Agama lainnya," kata Menag.
"Jadi Bapak-Bapak tidak berhutang budi kepada Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Dirjen, Irjen atau jajaran kementerian agama lainnya. Tapi bapak berhutang budi kepada negara sehingga harus mengerjakan proyek ini dengan sebaik-baiknya," tegas Menag.
Rektor UIN SMH Banten mengatakan proyek pembangunan kampus dua yang sebelumnya sudah dibangun dua gedung, akan kita lanjutkan kembali dengan pembangunan tujuh gedung dan dua gedung yaitu gedung rektorat dan gedung Fakultas Ushuluudin dan Adab akan kita mulai bangun tahun ini. “Kita sangat bersyukur dengan adanya proyek ini, semoga bisa memacu kita untuk menjadikan kampus UIN Banten menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.
Dia menambahkan, selain proyek pembangunan tujuh gedung dari SBSN, tahun ini kampus UIN SMH Banten juga mendapat dana untuk pembangunan gedung Mahad yang diberikan oleh Kementerian PUPR yang akan mulai dibangun awal tahun ini.
Proyek ini akan dilaksanakan di enam PTKIN dengan melibatkan empat perusahaan konstruksi BUMN. Enam PTKIN tempat pelaksanaan proyek 6 in 1, yaitu: UIN Antasari Banjarmasin, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Raden Intan Lampung, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.