05 Nov
31

Gubernur Ingin Banten Jadi Pusat Pendidikan

Keberadaan kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dekat dengan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Gubernur Banten Wahidin Halim ingin membangun kompleks pendidikan di samping kompleks pemerintahan.

Lebih dari itu, Gubernur yang akrab disapa WH ini menginginkan Banten menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan. “Ada kompleks pendidikan di samping kompleks pemerintahan. Saya bangun jalan ke lokasi KP3B selebar 25 meter. Keluar tol langsung menuju kompleks perguruan tinggi. Ada Untirta, ada UIN,” ungkap WH saat memberikan sambutan pada Dies Natalis ke-57 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten di kampus I Ciceri, Kota Serang, Kamis (17/10).

Sebagaimana diketahui, UIN SMH Banten membangun kampus II di Kecamatan Curug, Kota Serang, yang lokasinya sekira 500 meter dari KP3B.  Untirta juga membangun kampus baru di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, yang lokasinya sekira lima kilometer dari kantor KP3B.

“Saya ingin pusat pendidikan ada di Banten. Selama ini orang mengenal pusat pendidikan ada di Jogja, ke depan kita harus geser pusat pendidikan bisa ada di Banten. Pusat budaya dan peradaban ada di Jogja, besok pusat budaya dan peradaban kita geser harus ada di Banten,” ungkap WH disambut tepuk tangan hadirin.

Mengenai kiprah UIN, menurut WH, UIN telah membuka dirinya tidak hanya bicara teologis, tapi juga sains dan lain-lainnya. Hal itu menjadi harapan bagi masyarakat Banten. “Tadi saya bilang ke Rektor UIN Jogjakarta bahwa para penemu, teknokrat, dan para ilmuwan banyak datang dari kalangan Islam. Begitu juga para kiai yang saya temui dan kumpulkan, mereka adalah orang orang cerdas, para pejuang. Sejuta kiai sejuta santri merupakan potensi bagi pembangunan Banten ke depan,” ungkap WH.

WH berharap UIN mampu menjadi kampus yang terbaik di Indonesia yang dapat melahirkan para ilmuwan dan anak-anak yang terampil yang dapat membantu pembangunan Banten. Dies natalis kemarin dihadiri civitas akademika, pimpinan instansi vertikal dan perguruan tinggi di Banten, serta Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Prof Yudian Wahyudi sebagai pembicara.

Rektor UIN SMH Banten Prof Fauzul Iman mengungkapkan, Dies Natalis ke-57 bertema ‘Peran UIN SMH Banten dalam Membangun Integrasi Islam dan Sains’ merupakan momentum refleksi keharuan umat atas kilas balik berdirinya Fakultas Syariah IAIN pada tahun 1962 sebelum berdirinya UIN SMH Banten pada 3 April 2017.

“Hari ini kami bersyukur UIN SMH Banten telah  merayakan dies natalis yang ke-57. Angka ke-57 ini tentu dihitung sejak berdirinya IAIN SMH Banten karena berdirinya UIN baru seumur jagung yaitu baru beberapa tahun,” jelas Fauzul.

Menurutnya, jika dihitung dari berdirinya IAIN hingga berdirinya UIN, lanjut dia, tidak sedikit kontribusi dan peneguhan komitmen terhadap program pembanguna pendidikan, kemsyarakatan, kebudayaan baik lokal, nasional maupun internasional. Di tingkat lokal tidak sedikt para alumni yang terlibat dan menjadi tokoh sentral dalam pembanguan. Di bidang pemerintahan dan politik, terdapat alumni yang menjadi politisi, aktif di lembaga-lembaga pemilu. Juga sebagai bupati, pimpinan DPRD, pimpinan Kemenag dan Kanwil Provinsi Banten.

Begitu pula di bidang pendidikan dan kebudayaan berperan sebagai pemimpin pesantren baik yang modern maupun yang salafi. “Tidak terhitung jumlahnya alumni kami yang memimpin organisasi kelembagaan umat baik sebagai pemimpin ormas maupun sebagai pemimpin lembaga lembaga keagamaan yang dibentuk oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Di tingkat nasional, lanjut dia, salah satu pendiri Prof DR KH Syadeli Hasan telah dipercaya menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan yang bersangkutan adalah guru setia mantan Menteri Agama Prof Dr Mukti Ali di era pemerintahan/kabinet Persiden Soeharto. (RB)