17 Jul
423

PIONIR IX Dibuka, UIN Banten Siap Berlaga

HumasUIN - Acara pembukaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) ke IX tahun 2019 yang berlangsung di kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung meriah. Dengan menampilkan permainan lighting dan teater, pembukaan ini disambut meriah oleh Menteri Agama hingga para atlet.

Pembukaan PIONIR ke IX yang digelar di lapangan utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan event dua tahuan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Dit. PTKI Kemenag RI.

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama (Kemenag) yang telah mempercayai UIN Malang sebagai tuan rumah pada PIONIR ke IX.

"Kami berusaha berkomitmen agar bisa menjadi tuan rumah perhelatan PIONIR dengan baik, tidak ada satupun yang merasa dirugikan, dan jauh dari sistem kecurangan," tegasnya.

Tema PIONIR kali ini adalah mewujudkan generasi bangsa yang berkarakter dan berprestasi. Sementara motto yang diusung adalah Spirit of Unity.

Terdapat 3 misi dalam PIONIR kali ini. Pertama yakni memperkuat kebersamaan dan silaturahmi.

PIONIR menjadi sarana perekat tali asah, tali asih, dan tali asuh antar sivitas akademika UIN, IAIN dan STAIN. 58 PTKIN yang tersebar di 34 Provinsi menjadi duta-duta yang sangat penting bagi penguatan silaturahmi nasional.

Pembukaan resmi yang dilakukan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dengan memencet tombol sirine tanda dimulainya PIONIR ke IX secara resmi disambut meriah dengan atraksi kembang api dan teater yang dibawakan oleh mahasiswa UIN Maliki dibawah bimbingan wakil rektor tiga.

Rektor UIN Banten mengatakan pihaknya dalam hal ini mahasiswa mahasiswi terbaik yang mewakili kampus UIN Banten siap untuk berlaga dalam event besar ini. Kampus UIN sebelumnya sudah mengadakan seleksi atlet hingga pelatihan sebelum diberangkatkan ke Malang.

"Mereka adalah wakil dari mahasiswa mahasiswi UIN Banten yang siap berjuang dan akan menampilkan yang terbaik," ungkapnya.

UIN Banten membawa 74 Atlit dari 18 cabang perlombaan.

Menurut Lukman misi utama dari PIONIR adalah memperkuat tali silaturahmi kebangsaan. PIONIR harus menjadi sarana perekat tali asah, tali asih dan tali asuh antar sivitas akademika UIN, IAIN dan STAIN. “PIONIR juga harus dijadikan momentum rekonsiliasi nasional untuk menguatkan kembali tali," ungkapnya.

PIONIR tahun ini diikuti oleh para kontingen dari 58 PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) seluruh Indonesia dengan jumlah atlet 3.280 yang akan bertanding di 38 venue yang tersebar dibeberapa titik. Panitia PIONIR juga bekerja sama dengan KONI dan Kemenpora terkait dengan dewan juri/wasit.