14 Mar
3155

UIN SMH Banten Buka Kuota 2.675 Mahasiswa Baru

 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten membuka kuota untuk 2.675 mahasiswa baru pada tahun ajaran 2019/2020. Rencananya, pembukaan tersebut bisa diakses calon mahasiswa melalui tiga jalur pendaftaran untuk kebutuhan 5 fakultas dan 22 jurusan di kampus Islam negeri di Banten tersebut.

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN SMH Banten Ilzamuddin mengatakan, jalur penerimaan mahasiswa baru terdiri dari Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), dan Penerimaan Calon Mahasiswa Baru (PCMB) Mandiri. Ketiga jalur tersebut dimulai pada 23 Januari hingga 17 Juli 2019.

“Dengan tiga jalur penerimaan ini, kita ingin membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada setiap calon mahasiswa yang mau mendaftar di UIN Banten,” kata pria yang akrab disapa Ilzam ini saat ditemui Kabar Banten di ruang kerjanya, Jumat (1/3/2019).

Dia merinci, pembagian kuota jumlah mahasiswa dari tiga jalur pendaftaran tersebut mengalami perubahan dibanding tahun lalu. Misalnya jalur SPAN-PTKIN, pada tahun lalu menerima kuota mahasiswa hingga 50 persen, namun tahun ini berkurang menjadi 20 persen dengan rincian 535 mahasiswa.

Kemudian jalur UM-PTKIN, sebesar 45 persen dengan kuota mahasiswa sebanyak 1.205. Kemudian jalur PCMB Mandiri sebesar 35 persen, dengan jumlah kuota mahasiswa sebanyak 936. “Kalau lihat tahun kemarin, ada perubahan porsi di masing-masing jalur penerimaan. Tahun ini kita ingin maksimalkan di UM-PTKIN,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, UIN Banten telah membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SPAN-PTKIN, dan resmi ditutup pada 3 Maret. Ilzam pun optimistis tahun ini jumlah pendaftar calon mahasiswa baru yang mengikuti seleksi bisa lebih meningkat dibanding tahun lalu.

“Untuk SPAN saja, di level nasional dari 57 perguruan tinggi yang membuka seleksi secara serentak, kita sudah berada di level 17. Itu naik dibanding tahun lalu. Dulu kita 18, sekarang naik satu tingkat. Mudah-mudahan nanti semakin banyak peminatnya,” tuturnya.

Begitu juga dengan jalur UM-PTKIN. Kata Ilzam, pihaknya menargetkan jumlah calon mahasiswa baru yang mengikuti seleksi jalur tersebut bisa meningkat dan mengalami penambahan dibanding tahun lalu. “Makanya, porsi UM-PTKIN tahun ini kita kasih lebih besar lagi supaya peminatnya juga bertambah,” ucapnya.

Sementara itu, Ilzam mengatakan, terkait dua jurusan baru yang resmi dibuka pada tahun ini yaitu fisika dan biologi, hanya akan menerima maksimal 35 mahasiswa untuk masing-masing jurusan tersebut. Alasannya, karena kedua jurusan itu masih belum memiliki fasilitas dan sarana prasarana untuk menunjang kegiatan perkuliahannya.

“Masing-masing maksimal 1 kelas dulu, karena kita masih keterbatasan di fasilitas. Gedung perkuliahannya kan masih menumpang di Tarbiyah, nanti kalau dibuka untuk banyak kuota enggak imbang juga,” katanya.

Meskipun demikian, pihak rektorat kata Ilzam, saat ini terus mempersiapkan operasional dua jurusan tersebut. Targetnya, pada 2020 kedua jurusan itu sudah memiliki gedung perkuliahan sendiri seiring bertambahnya jumlah mahasiswa.

“Insya Allah, kita sudah rencanakan tahun ini dua jurusan itu bisa dibuka. Paling lambat kita target sejak keluarnya izin operasional, 2 tahun kemudian sudah bisa diaktivasikan,” tuturnya.